Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Siapa sebenarnya Ulama itu? Ilmu dan amaliah adalah ulama di dalam diri seseorang

Siapa sebenarnya Ulama itu? Ilmu dan amaliah adalah ulama di dalam diri seseorangSiapa sih yang gak kenal dengan ulama? Hampir setiap lapisan mayarakat mengenal sosok yang dikagumi dan menjadi suri tauladan di setiap daerah, khususnya untuk negara Indonesia. Indonesia hampir seluruh penduduknya beragama islam (muslim & muslimah) tak wajar memang sosok guru/syeh/habib sudah menjadi makanan sehari – hari.

Kita tak-akan lepas dari sosok beliau yang berjasa memberikan seluruh jiwa dan raganya hanya untuk menyebarkan agama islam di atas bumi ini, semoga allah selalu merahmati dan melimpahkan karunianya kepada guru – guru kita, amin ya rabbal alamin. (al-fatiah)

Di era sekarang yang sudah memasuki tahun 2017M atau 1438 hijriyah, banyak sekali fitnah dan berita – berita hoax yang menjerumuskan dalam kesesatan dan permusuhan belaka dengan tujuan yang berbeda – beda.

Saya cukup prihatin dengan kondisi yang melanda negara kita ini, negara yang kita cintai ini, wabil khusus kepada guru – guru kita yaitu ulama – ulama besar yang banyak dikambing hitamkan. Begitulah pada hakikatnya karna di akhir zaman semua yang benar akan sirna dan yang salah akan berkuasa, semoga kita semua terhindari dari fitnah – fitnah akhir zaman.

Siapa sebenarnya Ulama itu? Ilmu dan amaliah adalah ulama di dalam diri seseorang
Siapa sebenarnya Ulama itu? Ilmu dan amaliah adalah ulama di dalam diri seseorang

Semakin di penghujung zaman, semakin banyak bermunculan yang aneh – aneh dan semua perbuatan yang dilanggar syariat sudah menjadi darah daging dalam masyarakat sehingga tidak dianggap tabu lagi. Seperti wanita yang mengubar aurat dengan mudahnya, perzin@an merajalela, perj*di@n, dan hal – hal lainnya. 

Salah satu yang menjadi boomerang bagi umat muslim  di akhri zaman ini yaitu ulama su’ul yaitu seorang yang memberikan pengajaran kepada orang lain namun dirinya sendiri tidak mengerjakannya serta perlahan – lahan memberikan pemahaman yang salah kepada orang lain, sedangkan yang diberi nasehat tidak mengetahui karna pandangan masyarakat adalah seorang ulama. Tentu saja ulama su’ul lebih berbahaya bagi kaum muslimin dan muslimat.

Allah.swt berfirman :

 أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

"Adakah engkau semua memerintahkan kepada kebaikan, sedangkan engkau semua melaiaikan dirimu sendiri, padahal engkau semua juga membaca Alkitab, apakah engkau semua tidak menggunakan akal?" (al-Baqarah: 44)

Allah.swt Berfirman :


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

"Hai sekalian orang-orang yang beriman, mengapa engkau semua mengucapkan apa-apa yang tidak engkau semua lakukan? Besar sekali dosanya di sisi Allah, jikalau engkau semua mengucapkan apa-apa yang tidak engkau semua lakukan." (as-Shaf: 2-3)

Seorang yang memiliki ilmu pengetahuan yang lebih, ia memberi nasehat kapada orang lain, sedangkan dirinya sendiri tidak meninggalkan kemungkaran, padahal di dalam ucapan-nya kepada orang lain selalu melarang untuk melakukannya.

Beginilah kebanyakan orang – orang yang menuntut ilmu diakhir zaman (kata ustad) mereka lebih mementingkan pangkat setingi - tinginya untuk mengejar pekerjaan, mereka hanya mengetahui berbagai ilmu (cerdas dalam berbagai ilmu pengetahuan) namun tidak mengamalkannya, mereka mengajarkan pada orang lain akan tetapi tidak menerapkan pada diri mereka terlebih dahulu

Dari Abu Zaid yaitu Usamah bin Zaid bin Haritsah radhi-allahu 'anhuma, katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Akan didatangkan seseorang lelaki pada hari kiamat, kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka, lalu keluarlah isi perutnya - usus-ususnya, terus berputarlah orang tadi pada isi perutnya sebagaimana seekor keledai mengelilingi gilingan. Para ahli neraka berkumpul di sekelilingnya lalu bertanya: "Mengapa engkau ini hai Fulan? Bukankah engkau dahulu suka memerintahkan kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran?" Orang tersebut menjawab: "Benar, saya dahulu memerintahkan kepada kebaikan, tetapi saya sendiri tidak melakukannya, dan saya melarang dari kemungkaran, tetapi saya sendiri mengerjakannya." (Muttafaq 'alaih)

Banyak orang yang pandai berbicara mengatakan bahwa korupsi itu harus dituntaskan, harus diberantas hingga akhir, akan tetapi dirinya sendiri tidak tahan terhadap gemilangnya uang negara, banyak orang yang menasehati untuk menghindari zina, akan tetapi dirinya sendiri yang memberikan contoh dengan berpacaran, banyak yang menyeru segeralah sholat akan tetapi dia sendiri tidak mengerjakannya. Umpama lilin yang menerangi ruangan namun dirinya hangus terbarkar oleh cahayanya sendiri.

Artikel terkait lainnya : Cara membuat tempat idcard atau kartu nama peserta dalam kegiatan dengan murah meriah

Lantas siapakah ulama itu? Apakah orang yang terlihat biasa-biasa saja dimata manusia, namun di mata allah.swt dialah orang yang mendapatkan rahmad dan kasih sayang.

Banyak sekali difinisi yang menjelaskan siapakah ulama itu? Salah satunya adalah pewaris para nabi – maksudnya orang yang mengajarkan ilmu agama islam kepada orang lain.  Orang yang memilili ilmu memiliki tingkatan derajat lebih tinggi dari orang yang tidak mau menuntut ilmu. Maka dari itu tidak ada batasan bagi kita semua untuk terus menuntu ilmu agama, sebab orang alim + amaliyah ibadaha akan kalah derajatnya  bagi orang yang alim + amaliyah ibadah + terus menuntu ilmu dan mengamalkannya dan mengerjakannya.

Allah.swt berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (Surat Al-Mujadilah Ayat 11)

Ulama adalah orang yang memiliki ilmu agama yang fasih dan mengamalkannya dan mengajarkanya.  Mereka mendalami ilmu agama islam dengan khusuk, dan langsung mengamalkannya, dan mengajarkannya.

Jikalau dalam pribadi kita ingin menjadi ulama, bisakah? maka teruslah menuntut ilmu agama, ilmu yang dapat memberikan manfaat pada orang lain karna allah.swt , setelah mendapatkan ilmu itu langsung diamalkan dalam kehidupan sehari – hari, jikalau hari ini kita mendapat ilmu tentang sholat tahajud, maka setiap malam kita terus mengamalkannya secara istiqomah, jikalau hari ini kita mendapatkan ilmu tentang larangan berdusta, maka dalam ucapan dan tutur kata harus selalu jujur, setelah itu baru kita mengajarkan dan memberik nasehat pada orang lain agar tatap berada di jalan yang lurus.

Ilmu itu adalah pintunya hidayah, barang siapa yang ingin dibukakan hidayah hendaklahia menuntut ilmu, agar dapat memetic dari buahnya ilmu maka amalkanlah dan kerjakanlah dalam kehidupanmu.

Orang yang cerdas adalah yang mendapatkan ilmu sedikit lalu ia mengerjakannya secara istiqomah, sedangkan kebalikannya orang yang memiliki segudang ilmu akan tetapi hanya di dalam lidah dan pikirannya sedangkan tingkah laku dan perbuatannya jauh dari apa yang ia ucapkan dan ia dapatakan.

Nah, sekarang kamu sudah tahu bukan mengenai ulama su’ul yaitu yang mengajarkan kebaikan namun dirinya sendiri yang melakukan kemungkaran, banyak orang pintar tapi kepintarannya itu hanya di lidah dan pemikirannya, namun tidak di dalam amaliyahnya, banyak orang yang biasa – biasa saja, namun setelah ia mendapat ilmu, maka ia mengamalkannya dan mengajarkannya. Inilah yang disebut ulama (definisi yang berbeda), intinya terusalah belajar dan perbaiki diri kita agar dapat bermanfaat untuk orang lain. Wasalam.

Baca juga :

Jahri Mahfus
Jahri Mahfus Seorang Penulis dan Freelancer

Posting Komentar untuk "Siapa sebenarnya Ulama itu? Ilmu dan amaliah adalah ulama di dalam diri seseorang"

Berlangganan via Email