Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 tips cara mengikis sikap emosional dalam diri sendiri serta penyebab munculnya sikap emosional di dalam diri sendiri

10 tips cara mengikis sikap emosional dalam diri sendiri serta penyebab  munculnya sikap emosional di dalam diri sendiri - Mengikis berarti menghilangkan, mengikis beda dengan menghilangkan dengan seketika, akan tetapi mengikis dapat di artikan sebagai menghilangkan dengan secara perlahan-lahan atau melenyapkan secara sedikit demi sedikit

Dalam masalah ini kita mengkaitkan mengikis tentang sikap dan tingkah laku berarti menghilangkan kebiasaan buruk atau  tingkah laku yang selama ini tidak baik.

Emosi kerat kaitannya dengan masalah kejiwaan seseoang, tetapi bukan berarti seorang yang sering marah dan suka panas dadat dikatakan mengidap gangguan jiwa akan tetapi hal ini merupakan suatu gejala dari pembawaan dari dampak psikologinya dari diri sendiri – orang lain- lingkungannya.

Sikap emosional adalah hal yang kodrat bagi manusia. Setiap manusia memiliki emosi selama hayat masih di kandung badan, untuk mencapai langkah yang tepat ada baiknya dengan melihat lebih dulu, apa penyebab sikap emosional dalam diri sendiri.

Nah, dalam artikel kali ini saya ingin membahas tentang 5 tips cara mengikis sikap emosioanl dalam diri sendiri serta penyebab  munculnya sikap emosional di dalam diri sendiri, apa saja itu, untuk lebih jelasnya simak uraian berkut ini
 

#5 Penyebab  munculnya sikap emosional di dalam diri sendiri

Sikap emosional tidak lah terjadi begitu saja tetapi  sikap dan tingkah laku emosional lebih kerat kaitannya dengan penyebab seseorang bisa menjadi marah.

10 tips cara mengikis sikap emosional dalam diri sendiri serta penyebab  munculnya sikap emosional di dalam diri sendiri
10 tips cara mengikis sikap emosional dalam diri sendiri serta penyebab  munculnya sikap emosional di dalam diri sendiri

Sikap emosional biasanya terjadi karna beberapa factor yang mendukungnya seperti yang sudah saya jelaskan di atas bahwa sikap emosi bisa terjadi dari diri sendir – orang lain – hingga lingkungan sekitar.

Nah, apa sajakah factor-faktor tersebut untuk lebih jelasnya simak uraian berikut ini.
 
#1. Sikap emosional kadang-kadang muncul karena pengaruh orang-orang di lingkungan yang bersikap emosional
Dalam kasus ini kita dapat menitikberatkan sebagai lingkungan tempat ia tinggal. Kita ibaratkan hidup dari kedua orang tua yang memiliki sikap emosional yang tinggi setiap ada perkara selalu di selaikan dengan emosioanal, tentu hal ini akan menular kepada anak karna factor lingkungan yang selalu emosioanal jadi tak heran jika pepatah mengatakan bahwa buah tak jutuh dari pohonnya. Sikap tingkah laku dan keperibadian anak tak jauh dari sikap dan kepribadian orang tuanya.

Jika hal ini terus berlanjut dapat mempengaruhi psikis si anak hingga kelak ketika ia menjadi seorang ayah juga, kebiasaan lama yang ia miliki cendrung akan terbawa hingga ia dewasa.

Jadi penyebab pertama orang mengalami emosioanal adalah lingkungan sekitar yang sering emosional juga.
 
#2. Ada pengalaman buruk yang di alami
Pengalaman buruk masa lalu yang suram dapat memicu emosioanal naik seketika, kita ambila contoh anak yang merasa gagal dalam setiap hal dan tidak dapat meraih cita-citanya akan merasa minder dan marah pada diri sendiri.

Masa lalu yang suram bukanlah hambatan untuk tidak bisa maju, jika kita dapat mengelolanya dengan baik maka dapat dijadikan acuan yang luar biasa kedepannya, masa lalu yang surah sudah merupakan hal yang lumrah dimiliki manusia, saya saja juga mempunyai masa lalu akan tetapi saya hanya menggap itu sebagai motovasi bukan diratapi sehingga tidak memuculkan sikap emosional pada diri sendiri.
 
#3. Pertentangan konflik lahir dan batin
Dalam kata disini yaitu memiliki 2 penyebab yaitu dari konflik lahir dan dari konflik batin. Kedua hal ini tentu memiliki perbedaan yang berbeda.

Konflik lahir cendrung berkaitan dengan orang yang kita anggap tidak cocok dengan tujuan kita, atau bisa juga kita sangat membenci orang tersebut hingga ingin menonjok kepalanya (musuuh) atau sebagainya.
 

Sedangkanya konflik batin lebih berkenaan dengan batin seseorang atau jiwa seseorang yang mudah  labih , sehingga jika terkena dampak yang membuatnya merasa gelisah tidak enak cendrung akan bersikap emosional, kita ambil contoh, ketika diputuskan pacar tentu jiwa dan perasaan kita sedang lagi di puncak-puncaknya, rasa-rasanya bumi ini ingin dihempas ke antrakisa bima sakti.

Contoh lain seperti kita selalu mendapatkan musibah yang tak henti-henti sehingga selalu menyesali nasib buruk yang menimpanya, hal ini juga dapat memicu  muncul sikap emosional pada diri sendiri.
 
#4. Kurang pergaulan (KUPER)
Banyak sekali dampak yang ditimbulkan ketika seseorang kurang pergaulan salah satunya sering berlaku emosional walalupun jarang kita lihat secara langsung.

Mengapa seseorang yang kurang pergaulan mudah emsional? Hal ini karena seseorang yang kurang pergaulan mudah tersingguna apabila ia di sindir atau di buat candaan dan jenakan tetapi lebih menitik beratkan menyakiti padahal itu hanyalah sebuah lulucun model baru,karna ia kurang pergaulan ia menganggap itu sebagai ejekan yang menyakitkan sehingga ia merasa marah dan emosi kepada seseorang.
 
#5. Adanya kelainan keperibadian
Nah, factor yang satu ini lebih cendrung ke kesehatan dan mental jiwa seseorang, jika pada saat lahir atau masih anak-anak ia sudah mengidap penyakit tidak bisa berpikir secara rasioan dan logis, sehingga apabila memarahai si anak walalupun dengan halus tetap di anggap sebagai pembrontakan terhadap dirinya.

Artikel terkait lainnya : Sikap dan perilaku yang harus di miliki untuk calon wirausaha

Nah, itulah factor-faktor penyebab munculnya konflik dari diri sendir, jika kita analisis penyebab yang paling dominan di atas adalah lebih berhubungan ke lingkungan dan tingkah laku orang sekitat.

Maka dari sini dapat kita simpulakan bahwa lingkungan yang baik cendrung menghasilakan tingkah laku anak yang baik sebaliknya lingkungan yangburuk cendrung menghasilkan tingkah laku anak yang kurang berakhlak.

Kita ambil contoh saja jika anak hidup di lingkungan pesantren tentu ia akan lebih mengutamakan pendalaman ilmu agama ketimbang ilmu dunia sehingga kelak ia akan mejadi ustad/ustazah

Sedangkan jika si anak hidup dikalangan preman dan lain sebagainya maka sedikit demi sedikit perilaku anak akan menjadi lebih kasar dan emosioanal.

Seperti yang sudah saya katakana di atas bahwa sikap emosional adalah hal yang lumrah pada diri manusia, akan tetapi jika berlebihan dapat mengganngu mental dan sikap kita, untuk itu perlunya pengikisan secara betahap agar dapat mengurangi dampak emosioanal ini menjadi lebih menjalar.
 

#5 tips cara mengikis sikap emosional dalam diri sendiri

Jika sikap emosioanal diluapkan dengan sebuah tindakan anarkis tentu hal dapat menimbulkan dampak yang berkepanjagnan dan beratai hingga menular kesetiap masalah.

Untuk menghindari hal ini tentu langkah yang paling efektif adalah mencegah sikap emosinal lahir pada diri kita, nah dalam artikel selanjutnya saya akan menbahas tentang 5 tips cara mengikis sikap emosioanl dalam diri sendiri, apa saj itu untuk lebih jelasnya simak uraian berkut ini.
 
#1. Mencoba belajar mandiri
Jika kita bicara penyebab emosional yang pertama adalah factor lingkungan dan disini fakotor lingkungannya lebih bekaitan dengan keluargA.

Artikel terkait lainnya : Tehnik pemecahan masalah dalam berwirausaha (solusi masalah)

Bila penyebab emosional pada diri kita lebih cendrung ke ruang lingkup keluarga yang sering bentrok, langkah yang paling tepat adalah membentengi diri janga sampai terpancing dengan situasi yang ada.

Seperti yang saya katakana diatas caranya dengan menjadi lebih mandri atau menarik dari lingkungan yang emosinal ada 3 cara untuk menarik diri dari lingkungan keluarga yang emosioanal yaitu:
 
#Dengan cara memperbanyak teman dan memperluas pergaulan
Teman dapat dijadikan sebagai wadah saling shering dan berbagi kisah hidup dan motivasi, teman juga bisa membantu kita pada saat suatu hal yan tidak menyenangkan pada diri kita, nah dengan memperbanyak teman dan memperluas jaringan tentu sangant baik dalam melepaskan diri dari lingkungan yang emosional dengan catatan teman atua sahabat kita merupakan orang yang baik juga
 
#jalur pendidikan
Jalur pendidikan juga dapat menolong seseorang keluar dari lingkungan keluarga yang emosioanal, pendidikan akan memberikan pengetahuan bagi kita untuk dapat menyikapi permasalahan hidup termasuk konflik dalam rumah tangga yang dapat memicu munculnya sikap emosional
 
#banyak membaca dan meluaskan wawasan
Yang terakhir adalah meluaskan pemikiran pemahan kita, fungsi hal ini bertujuan agar kita bisa tahu dan menyadari lingkungan sekitar yang selalu emosioanal sehingga kita sudah tahu mengati hal tersebut karna memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas.
 
#2. Menerima kenyataan yang ada
Menerima kenyataan yang ada adalah salah satu cara mengusir sikap emosional pada diri sendiri, dalam menjalani hidup ini seseorang harus mampu  dam menerima kenyataan yang ada, artinya apapun yang terjadi dalam kehidupan harus diterima dengan logowo dan lapang dada.
Untuk lebih jelasnya kita ambil contoh seperti seorang pemuda yang meratapi nasib malangnya yang tak kunjung hilang, jika mau berpikir maju dan menerima dengan logowo tentu tidak ada sikap unutuk berputus asa, selalu menanamkan jiwa yang ingin maju dan maju.

Dalam menghadapi persoalan yang rumit ini adalah dengan memiliki sikap yang otimisi dan selalu berpikir posotif yang siap menghadapi masa dengan setiap tantangan.

Jika kamu menutup diri dengan cita-cita dan nasibmu yang gagal bukanlah solusi terbaik dari permasalahan ini tetapi lebih cendrung membuat situasi menjadi lebih buruk dan menyebabkan kamu akan terus tenggelam dalam kemorosotan sehingga menimbulakan konflik pada diri sendiri sehingga terjadinya pemicu pikiran emosional yang luar biasa.

Jangan pernah kamu menggap kamu adalah orang yang gagal, bukan kah usiamu masih muda, banyak kok diluar sana yang gagal pada waktu usia muda seperti saya ini di waktu usia saya menginjak 15-17 tahun saya mengalami banyak kegagalan mulai dari kegagalan memadu asmara hingga kegagalan dalam semua bidang.

Karna saya tidak ingin lagi di usia saya yang ke 18 saya tidak ingin lagi mengalimi hal tersebut tetapi tetap saja menemui kegagalan,  tetapi saya memiliki bekal dan pondasi untuk mengatasi hal ini yaitu dengan selalu menanamkan sikap optmis dan selalu berpikir positif  jika sikap ini sudah tumbuh dan menjamur di dalam hati lambat laut sikap emosional pada diri diri sendiri akan terkikisa dengan kematangan kita dalam menghadapi segalam persoalan.
 
#3. Belajar kompromi
Bila kenyataan yang ada di lingkungan kita tidak menyenangkan kenapa tidak menerimanya dan memperbaikinya?

Belajar kompromi disini dimaksudkan agar kita mau menerima keadaan dan mampu memperbaikinya dengan pemikiran yang rasional

Jika di situasi lingkungan anda tidak menyanangkan terjadi, anda tidak perlu lari tetapi langkah yang harus kamu lakukan adah memperbaiki suasana itu, dan bila merasa kondisi pribadi tidak memuaskan cobalah untuk membangun diri sendiri terlebih dahulu dengan hal-hal yang barbau positif, contohnya merubah perilaku yang jelek selama ini mejadi lebih baik.

Bila kamu mengalami konflik dengan teman, orang lain atau pacara sendiri atasilaha dengan serius dengan langakah-langkah yang rasional, harus ada yang mengalah dalam segala persoalan maka itu kita perlu belajar cara kompromi pada diri sendiri.

Coba bayangkan jika kita mengatasi hal ini dengan sikap emosional apa yang terjadi? Tentu bukan menyelesaiakan masalah malah menambah kerumitan dan cendrung menaikan suasana hati mejadi lebih marah dan emosional maka dari itu masing-masing pihak harus memikirkan masalah tersebut dengan mau berkompromi.
 
#4. Aktif bergaul
Dalam bergaul yang luas akan banyak menemukan ragam keperibadian seseorang, ada seseorang yang mudah tersinggung jika di sindir sedikit ada yang cepat marah namum dapat pulih seketika dan lain sebagainya, termasuk dengan saya sendiri bahkan teman saya tidak bisa bisa membaca kepribadian saya karan saya selalu memkakai topeng dalam begaul, topeng yang saya pakai dalam hal yang positif

Artikel terkait lainnya : Pentingnya berorganisasi untuk menunjang kesuksesan anda

Nah dengan memcoba ,mengenal keperibadian orang lain, lamban laut akan dapat memahami kepribadian diri sendiri.

Ibarat kata itu : pergaulan merupakan ibarat cermin hidup yang sangat positif dalam memahami wajah sendiri.

#5. Meminta bantuan ke psikiater
Langkah terakhir yang dapat kamu tempuh adalah meminta bantuan kepihak yang ketiga , bila dilihat sikap semosional cendrung belebihan tampa sebab yang jelas, ada baiknya melibatak pihat ketiga yang menguasi bidang psikis dan mental seseoang , seperti psikiater.

Ini adalah tindakan yang paling serius apabila emosionala yang mucnul pemicunya bukan karena hal –hal yang terjadi di luar kendali diri sendiri.
Nah, sekarang kamu sudah tahu bukan 5 tips cara mengikis sikap emosional dalam diri sendiri serta penyebab  munculnya sikap emosional di dalam diri sendiri

Sikap emosional bukanlah tindakan yang di anggap sepele karena menyangkut kesehatan mental dan dampak yang ditimbulkan

Banyak masyarakat umum yang tidak menyadari bahwa sikap emosioanal dapat merusak citra di tengah masyarakat,bagiamana tidak orang yang cendrung memiliki sikap selalu marah cendrung akan di jauhi oleh masyarkat bahkan teman sendiri, bisa jadi kamu mendapat gelar tukang marah dan tukang ngomel

Untuk itu sikap emosioan itu harus di buang jauh dari kehidupan kita. Nah selesai deh pembahasan kita tentang 5 tips cara mengikis sikap emosional dalam diri sendiri serta penyebab  munculnya sikap emosional di dalam diri sendiri

Semoga artikel yang singkat ini dapat menambah dan pengetahuan anda dan dapat memecahakan masalah anda, sampai jumpa lagi,bye.

Baca juga :

Jahri Mahfus
Jahri Mahfus Seorang Penulis dan Freelancer

Posting Komentar untuk "10 tips cara mengikis sikap emosional dalam diri sendiri serta penyebab munculnya sikap emosional di dalam diri sendiri"

Berlangganan via Email