Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Temukan cintamu dalam pekerjaanmu, apakah kamu sudah menemukannya?

Temukan cintamu dalam pekerjaanmu, apakah kamu sudah menemukannya? - Hai sahabat sasikat, sudah lama tidak berjumpa, karna admin sibuk di dunia nyata banyak sekali tugas yang menumpuk. Tetapi semua terselesaikan dengan baik, walaupun menguras tenaga dan pikiran admin. Hehe

Hari ini saya ingin membagikan tentang masalah cinta.

Berbicara mengenai cinta tentu semua kalangan muda hingga tua tidak akan lepas dari kata cinta.

Ada yang cinta gila, cinta buta dengan ayang kekasih, cinta harta, cinta ibadah, cinta sedekah, cinta-cintaan, hingga buah cinta.


Temukan cintamu dalam pekerjaanmu, apakah kamu sudah menemukannya?
Temukan cintamu dalam pekerjaanmu, apakah kamu sudah menemukannya?

Semua kehidupan di dunia ini pasti memerlukan namanya C-I-N-T-A.

Dalam artikel kali ini saya tidak akan membahas tentang masalah cinta dengan kekasih hati, tetapi menemukan cinta di dalam sebuh pekerjaan Apapun model pekerjaanya, kita harus menemukan cinta disitu.

Nah, sebelum membahas lebih lanjut masalah cinta, admin pengen bercerita sedikit, hehe gak papa kan.

Doelo saya adalah seorang karyawan di perusahaan seles dari salah satu produk yang terkenal.

Saya mulai dengan penuh semangat dan kerja keras, semuanya dilalui dengan baik, hingga menembus target penjualan.

Hari demi hari aku lalui hingga masuk ke bulan pertama ni, semangat karna gajian bulanan akan keluar, Alhamdulillah cukup untuk saya si anak bujang .

Haripun berlanjut demi hari saya mulai merasa bosan, karna pengeruh dari teman saya yang katanya gajihnya sedikit, padahal sudah menjual produk dengan banyak, tetapi mah gajihnya gitu-gitu aja.

Saya dapat memaklumi hal ini karna saya karyawan baru, akan tetapi karna teman saya  terus menyombongkan dirinya dengan uangnya yang banyak dengan kerja yang gitu amat, santai dan bisa tidur-tiduran, saya pun mulai heran.

Masuk ke 45 hari saya bekerja, saya mulai merasa apa yang dikatan teman saya benar, sayapun tergiur dengan bujukan rayuannya yang memikat, walaupun ngomongnya masih belepotan, hix hix.

Iseng-iseng deh saya main ke rumahnya, eh ternyata dan ternyata dia gak kerja tiduran dan gak kerja males-malesan, dia jadi kuli bangunan.

Lantas saya menanyakan kepada dia.
 
Nama samaran

Udin: din kok kamu kerja ini, katanya kerjanya males-malesan, tidur-tiduran.

Apaw: ia betul, tapi itu dulu, sekarang tidak lagi, soalnya saya sudah bangkut.

Udin: emang kerja apa, kok bisa bangkrut saja, padahal kamu kan gak punya usaha

Apaw: aku kerja Po**r yang harus mengeluarkan kocek yang banyak , sehinnga dampak dan resikonya juga tinngi,

Dulu pertama sekali saya bekerja ini, saya menang telak, dan saya tergiur untuk menambah dan terus menambah hingga pada akhirnya saya kalah juga.
Seluruh tabungan saya habis tidak sersisa, hingga sekarang ini, padahal tabungan itu untuk modal nikah (kasian apaw)

Udin : saya kasian melihat taman saya seperti ini, untuk menghilangkan rasa galau dan gundahnya saya teraktirin deh makan nasi goring di toko + kopi susu yang manis +plus krupuk belinjo.


Ceritapun berlanjut

Karna saya sudah mendengar cerita di atas saya mulai rajin lagi bekerja, karna saya tahu mencari lapangan pekerjaan untuk saat ini susahnya bukan main, apa lagi dengan saya yang hanya memiliki skil yang minim  sekali.
Tetapi sekuat tenaga saya berusaha, tetap saja ada rasa menjanggal dan malas untuk bekerja.

Nah, sinilah CINTA itu berpungsi dalam pekerjaan saya. Saya tidak mencitai bos saya, saya juga tidak mencitai ruang kantor saya.

Seluruh pekerjaan saya jug saya tidak suka. Akan tetapi saya harus menemukan cinta itu, jika tidak, mungkin saya akan strees dengan saya kerjakan.

Saya memang tidak menemukan cinta di seluaruh ruang  kerja saya hingga atasan saya.

Tetapi saya terus berusaha menemukan cinta itu dimanapun dia berada dan pada akhirnya saya menemukannya di pada teman dan rekan kerja saya dari OB hingga rekan seruangan.

Saya menemukan cinta dari taman-taman saya yang selalu suport saya dalam bekerja, karna dia tahu bahwa saya orangnya mudah labil, seperti kapas yang di tiup angin teromabang ambing oleh hempasan godaan dari sana –sini.

Contoh lain tentang kisah saya tentang pekerjaan sampingan blog, saya adalah orang yang tidak suka menunggu. Tetapi saya menemukan cinta dalam sebuh sastra tulisan karna hobi saya bercerita sehingga dengan blog saya dapat menuangkan hoby dan bakat saya. Walaupun pada intinya ini adalah pekerjaan sampingan yang harus menunggu dan saya tidak suka itu.

Kerna saya telah menemukan cinta saya maka saya masih bisa bertahan hingga sekarang ini, walaupun makin melorot sih, he he.

Mungkin inilah kisah saya dalam menemukan cinta dalam sebuah pekerjaan, apakah kamu sudah menemukan cinta dalam pekerjaanmu. Jangan tunggu esok temukan sekang juga karna tidak ada pekerjaan yang lebih indah selain dengan cinta yang tulus. Pekerjaan yang biasa bisa menjadi laksana raja yang duduk di singsana.

Saya tidak tahu dan tidak bisa menumkan cinta saya dalam sebuah pekerjaan, bagaimanakah caranya?

Cinta itu lahir dari diri sendir dan tidak bisa datang dari orang lain termasuk dari saya, akan tetapi ini menurut pengalam pribadi admin sendiri.

Bila kamu tidak menemukan rasa cinta dalam pekerjaan karna tidak sesuai dengan minatmu, maka cintailah yang bekerja di sana, bisa rekan kerja anda teman-teman sekantor rasakan kegembiraan meraka sehingga kamu akan merasa senang dan tidak jenuh dengan pekerjaanmu, walaupun rasa-rasanya pekerjaan itu tidak ingin kamu kerjaakan.

Masih belum menemukan  juga?

Kamu bisa cintai ruang kerja kamu, desainlah sesuai dengan keinginan kamu, hingga kamu tidak merasa jenuh dengan pekerjaan kamu.

Masih belum juga?

Kamu bisa temukan dari perjalanan menuju kantor, resapi pemandangan mecet di jalan debu di jalan hingga kejadian di jalan, mungkin ini terasa aneh, tetapi semua orang bisa menemukan cinta dimana saja.

Masih belum-belum lagi ?

Jika masih belum menemukan lagi, langkah terakhir adalah menemukan apa yang kamu sukai dengan model apapun, bisa cicak didinding, kaca jendela, tumbuhan kantor, vas bunga, lampu, kursi, meja , dll.

Jika kamu sudah berusaha dengan keras dan tidak pernah merasa nyaman dengan pekerjaanmu .

Kenapa kamu harus mempertahankan pekerjaan yang benar membuatmu strees. Tidak ada alasan lagi untuk kamu segera meninggalkan pekerjaan tersebut.

Hidup cuman sekali, jangan sia-siakan hidupmu dengan suatu yang membuatmu tertekan.

Cintailah pekerjaanmu, tidak ada yang lebih indah selain bekerja dengan penuh rasa cinta dan tulus.

Sampai jumapa lagi,bye.

Baca juga:

Jahri Mahfus
Jahri Mahfus Seorang Penulis dan Freelancer

Posting Komentar untuk "Temukan cintamu dalam pekerjaanmu, apakah kamu sudah menemukannya?"

Berlangganan via Email