Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sikap yang sering dilakukan wanita mengenai jodoh sesuai dengan usianya (siapa dia – siapa saya)

Sikap yang sering dilakukan wanita mengenai jodoh sesuai dengan usianya (siapa dia – siapa saya) - Berbicara tentang jodoh dan masalah romansa percintaan, memang tidak akan ada habisnya, penuh dengan drama, tangisan, kesenangan , stres, hingga hal – hal yang diluar logika.

Cinta memang memberikan sebuah suntikan yang dapat merubah penglihatan manusia hingga kadang – kadang tidak mampu membedakan mana yang benar dan salah. Wow hebat bukan

Menyinggung masalah cinta, tentu ada dua pemeran utama dalam panggung sandiwara ini yaitu antara pria dan wanita, dimana keduanya memiliki sifat dan krakter yang sangat berlawanan hingga pepetah cinta mengatakan bahwa hubungan yang baik tentu hanya dapat bertahan ketika ada saling percaya dan mampu menghargai setiap kekurangan dan kelebihaan masing – masing, eya, so-sweet.

Sikap yang sering dilakukan wanita mengenai jodoh sesuai dengan usianya (siapa dia – siapa saya)
Sikap yang sering dilakukan wanita mengenai jodoh sesuai dengan usianya (siapa dia – siapa saya)

Bagi pria haruslah bisa memahami krakter pasangannya begitu juga sebaliknya, hal ini lah menjadi dasar yang perlu dipertahankan ketika menjalin sebuah hubungan.

Sebenarnya sikap wanita tentang pasangannya memiliki krakter yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa dikatakan teori-teori tertentu harus begini dan begitu.karna saya berasumsi bahwa makna cinta itu sulit sekali untuk dipahami

Kata orang wanita itu memiliki ego yang tinggi serta semuanya harus didasarkan atas perasaan dan sanubari hati sehingga semuanya ikut dengan kata hati, walalupun juga bisa dipengaruhi oleh pikiran yang jernih.

Saya cukup tertarik mengulas mengenai masalah ini, seperti mana yang telah saya dengar dalam ucapan guru saya yang saya rekam dengan baik, sehingga saya ingin menulisnya dalam artikel kali ini. Tampa panjang lebar lagi tentang muqadimah pengantar artikel kali ini, langsung saja kita ulas secara singkat sebagai berikut.
 

#Sikap yang sering dilakukan wanita mengenai jodoh sesuai dengan usianya

Sikap dan tindakan seseorang tentu dipengaruhi dari berbagai faktor, salah satunya yang akan kita bahas kali ini yaitu usia. Usia manusia akan selalu bertambah dan terus bertambah tampa bisa di hentikan atau di kembalikan. Kadang – kadang ego wanita juga dipengaruhi oleh usinya, yang akan uraikan sebagai berikut:
 
#Siapa dia siapa saya (18 – 25 tahun)
Usia dari 18 sampai dengan 25 adalah usia yang paling labil dalam masalah jodoh, biasanya seorang Pr akan cendrung memandang status pasangannya dan memandingkannya (Siapa dirinya dan siapa saya). 


Jika kedudukan status ini tidak balance biasanya Pr cendrung menolaknya tampa memikirkan kelebihan pasangannya (tidak semua). Ketika menginjak usia 18 hingga 25 Pr memang memiliki Ego yang tinggi, sehingga wajar saja jika menginginkan pasangan hidup yang spesial dari dirinya. (hal yang lazim)
 
#Siapa-lah (25 – 30  tahun)
Setelah melewati fase Ego yang tinggi, pada usia 25 hingga minginjak 30, sikap dan pemikiran Pr akan berubah, dan tingkat egonya akan menurun hingga tidak menggunakan kata perbandingan (siapa dia-siapa saya), namum menjadi (Siapa-lah).  Arti kata siapa-lah bisa bermakna menunggu jodoh yang terbaik untuk dirinya. Jika pada usia 18 hingga 25 wanita cendrung memilih pasangan yang  tebaik dengan mementingkan ego (tidak semua), pada usia menginjak 30 wanita akan lebih peka tehadap kebahagian dirinya tampa mementingkan Ego-nya sendiri.
 
#Siapa saja-lah (30 tahun – seterusnya)
Menginjak usia 30-ke-atas hingga seterusnya, Pr akan lebih peka terhadap pasangannya, hingga kadang – kadang tidak peduli lagi dengan status ataupun hal-hal pendukung lainnya,  hingga kata yang diucapkan berbalik 360 derajat menjadi (siapa-saja-lah).

Makna siapa-saja-lah mengartikan menerima segalanya dengan pertimbangan yang tidak terlalu rumit, asal memenuhi kreteria yang wajib dipenuhi maka sudah menjadi mutlak untuk dirinya.

Makna jodoh adalah takdir  yang telah di tentukan oleh allah.swt kepada setiap insan manusia, orang yang baik akan bertemu dengan jodoh yang baik, tergantung pada diri masing – masing apakah sudah siap menyambut jodoh yang baik datang pada diri anda, untuk itu persiapkan segalanya dengan memantapkan diri untuk menjadi insan yang lebih baik lagi sebelum jodoh menghampirimu.

Wanita memang memilki ego yang tinggi terhadap pasangannya, cendrung ingin mendapatkan pasangan yang terbaik dari yang terbaik terutama pada usia produktif (18 hingga 25 tahun) hal ini tidak bisa disalahkan karna setiap orang tentu ingin memiliki jodoh yang baik dari yang terbaik (lazim).

Tapi perlu di ingat, setiap orang memiliki kesempurnaan dan kekurangannya masing-masing, wanita pemarah akan saling melengkapi dengan pria penyebar serta contoh – contoh lainnya.

Islam telah mengajarkan bagaimana cara memiliki kreteria jodoh atau pasangan hidup yang baik, kadang – kadang kita selalu melihat orang lain dari segi rupa dan status tampa melihat akhlak atau kepribadiaanya. Tidaklah dikatakan salah jika harus memilih yang gagah, cantik, tampan, menawan, kaya serta memiliki status yang tinggi tapi jangan tinggalkan pula melihat dari sudat pandang yang berbeda, seperti agama, akhlak, nasabnya, kepribadinnya serta hal – hal lain.

Semoga artikel yang singkat ini dapat sedikit menambah wawasan dan membuka pemikiran kita agar kedepannya menjadi lebih baik lagi, sampai jumpa lagi,bye.

Baca juga :

Jahri Mahfus
Jahri Mahfus Seorang Penulis dan Freelancer

Posting Komentar untuk "Sikap yang sering dilakukan wanita mengenai jodoh sesuai dengan usianya (siapa dia – siapa saya)"

Berlangganan via Email