Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 jenis manusia dalam menuntut ilmu – kamu masuk bagian mana?

3 jenis manusia dalam menuntut ilmu – kamu masuk bagian mana? - Orang bodoh (jahil) saja akan merasa marah jika dibilang tidak berilmu walaupun kenyataanya memang tidak memiliki ilmu, orang akan mulia dan mampu mengarungi dunia dengan ilmu. Begitu besar pengaruh ilmu dalam kehidupan kita sehingga sungguh beruntung orang yang mau menuntut ilmu dan mengamalkanya.

Ilmu memberikan penjelasan tentang apa – apa saja yang dilakukan, ilmu memberikan batasan apa – apa saja yang akan di kerjakan, orang yang berilmu tentu akan mudah menjalani bahtera hidup ini. Karna tampa kita sadari semua aktivitas kehidupan ini membutuhkan sebuah ilmu pengetahuan.
Tak heran memang orang berlomba – lomba mengejar sebuah ilmu pengetahuan untuk bekal hidupnya, karna barang siapa ingin bahagia di dunia maka haruslah memiliki ilmu dan barang siapa yang ingin bahagia hidup diakherat maka memerlukan ilmu.

3 jenis manusia dalam menuntut ilmu – kamu masuk bagian mana?
3 jenis manusia dalam menuntut ilmu – kamu masuk bagian mana?

Seandainya manusia tahu betapa mulia-nya sebuah ilmu itu, tentu ia tidak akan pernah dalam perjalanan hidup untuk berhenti belajar dan terus menuntut ilmu. 

Perkara – perkara ini tidak dapat disepelekan karna begitu mulianya sebuah ilmu itu, seorang yang duduk dimajelis ilmu dengan niat yang tulus, walaupun ia tidak mencatat satu huruppun – maka pahalanya seperti memerdekakan 1000 budak.  

Maka dari itu kita dituntut selalu berusaha mengejar sebuah ilmu pengetahuan lebih – lebih ilmu agama sampai akhir hayat kita, teruslah belajar dan mengamalkannya.

tapi sayang sungguh sayang kemulian sebuah ilmu menjadi kotor dengan niat yang buruk. Sesungguhnya jika anda menuntut ilmu hanya sekedar bersaing, berbangga, mencari pangkat dan kedudukan, mengalahkan teman, meraih simpati dari orang lain, dan hanya untuk  mengharap dunia, maka sesungguhnya engkau sedang berusaha menghancurkan agamamu, membinasakan dirimu, dan menjual akhirat dengan dunia-mu.

Rasulullah.saw bersabda : “Siapa yang bertambah ilmu, tapi tidak bertambah hidayah, ia hanya bertambah jauh dari Allah.”

Betapa banyak manusia sekarang yang mengejar sebuah ilmu dengan tujuan mengharap dunia, mengejar title sarjana, mengejar pekerjaan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, jangan engkau serahkan dirimu untuk diperdaya oleh jerat tipudaya syaitan dan dunia.

Berbagai corak krakter sikap dan niat orang menuntut ilmu, yang dapat digolongkan menjadi 3 macam jenis manusia dalam menuntut ilmu, ulasannya sebagai berikut.

#Jenis - jenis manusia dalam menuntut ilmu

Perputaran manusia dari hari – hari kehari terus terjadi, dari masa balita, anak-anak, remaja, dewasa, hingga menjadi orang tua.  Dimasa kanak – kanak saja kita sudah diperkenalkan berbagai ilmu pengetahun oleh orang tua, dan berlanjut ketahap bangku sekolah.

Artikel terkait lainnya : 5 kreteria teman sahabat sejati untuk kesuksesan dunia akhirat

Dari sekian banyaknya temanmu dibangku pendidikan, mereka memiliki cita – cita sendiri dalam benaknya, ada yang ingin menjadi ini dan ingin menjadi itu. Ketahuilah cita – cita itu dapat mejadi baik apabila bagus niatnya, dan dapat menjadi bumerang untuk diri sendiri apabila salah menerapkannya. Secara sederhana niat dan sikap orang yang menuntut ilmu dapat dibedakan menjadi 3 jenis, anda termasuk yang mana? Kamu bisa lihat penjelasan berikut ini dan pilih anda ada diposisi yang mana?

1. Menuntut ilmu dengan tujuan dijadikan bekal untuk akhirat dimana ia hanya ingin mengharap rida Allah dan negeri akhirat.

Sungguh beruntunglah anda jika termasuk dari golongan yang pertama ini dimana niat dan tujuannya anda hanya semata – mata mencari ridha allah.swt saja.

Betapa pintarnya anda karna mengetahui bahwa alama dunia hanyalah sebuah singgahan yang sementara semuanya akan sirna dan pergi meninggalkan kita, berbeda dengan alam akhirat yang kekal dan panjang, namun untuk menujunya tentu dibutuhkan bekal yang banyak karna perjalanan hidup di dalam akhirat tidak ada apa –apanya di bandingkan kehidupan yang fana ini. Jadi sebelum berangkat sekolah atau kesebuah majelis ilmu mari kita berdo’a dan tanamankan di dalam hati untuk hanya semata – mata mencari ridha allah.swt.

“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari amal yang tak diterima, dan dari doa yang tak didengar.”

2. Menuntut ilmu dengan tujuan dimanfaatkan dalam kehidupannya di dunia sehingga dia bisa mendapatkan kemuliaan, kedudukan, tahta dan harta

kelompok yang beresiko dan berhati-hatilah anda karna bisa jadi anda tertipu dan terombang - ambing, Ia tahu dan sadar bahwa keadaannya lemah dan niatnya hina. Orang ini termasuk ke dalam kelompok yang berisiko. bagaimana tidak ia menyadari bahwa ia telah diperbudak dunia namun karna hatinya lemah di faktori dengan kondisinya menyebabkan ia lalai dari niat dan tujuan sebenarnya.

jika ia belum bertobat dari apa yang ia niatkan maka sia-sialah pengorbanan yang telah diberikan, namun apabila dalam hidupnya ia menyadari kesalahan dari apa yang telah dilakukan, dan ia bertobat dengan tobat nasuha. maka ia termasuk orang yang beruntung pula. Sebab, orang yang bertobat dari dosanya seperti orang yang tak berdosa. dan maka ia termasuk dari golongan pertama dengan niat dan tindakan yang semurini - murninya.

Betapa banyak-nya manusia di akhir zaman ini yang menuntut ilmu dari golongan ke-2 ini dimana ia menggapa ilmu yang telah pelajarinya hanya semata - mata mengejar gemerlapnya dunia tampa ia sadari kemlulian ilmu itu akan sia - sia tampa niat yang tulus hanya semata - mata mencari ridha allah.swt. 

allah.swt maha pengasih dan penyanyang, sedangkan manusia adalah tempat salah dan dosa, salah satu ibadah yang sulit itu adalah memantafkan hati dan meluruskan niat. apabila sebelum ajal menjemput kita, kita menyadari bahwa selama ini kita salah dalam memaknai hakikat ilmu untuk apa, dan ia benar ingin merubaha tujuan dengan hanya mangharap ridha allah.swt - insya'allah apa yang ia tujuan menjadi keberkahan untuk dirinya.

orang yang mengejar dunia maka allah.swt akan mencerai beraikan urusannya, namun apabila niat dan tujuan kita hanya untuk akherat saja maka allah.swt akan membimbing kita ke jalan yang benar serta tentu dalam kehidupan kita akan mendapatkan sebuah ketenangan yang sesungguhnya adalah kekayaan sejati.

3. Seseorang yang telah terperdaya oleh setan. Dia mempergunakan ilmunya untuk sarana sebagai memperoleh kekayaan, serta untuk menyombongkan diri dengan pangkatnya dan berbangga diri dengan banyak-nya jumlah pengikut.

Celakalah dari golongan ke-3 ini, karna ia benar - benar tertipu daya oleh syaitan dan gelapnya dunia, namun ia tidak menyadari sama sekali dengan apa yang ia kerjakan, ia menganggap selama ini baik , namun senenarnya ia telah tertipu dengan jeratan - jeratan ibliz yang sangat halus. seperti halnya ibadaha bit'ah yang dikerjakan, pelaku bitah menganggap perbuatan itu adalah suatu amal ibadah baginya, padahal melainkan kemaksiatan yang tesembunyi yang tampa kita sadari sendiri.

Ilmunya menjadi turnpuan untuk meraih sasaran duniawi. Bersamaan dengan itu, ia masih mengira bahwa dirinya mempunyai posisi khusus di sisi Allah.swt - ia menyobongkan ilmunya dihadapan manusia hingga ia menganggap dirinya yang paling pintar dan mulia di mata manusia, padahal tidak di hadapan allah.swt.

nah, sekarang kamu sudah tahu bukan mengenai 3 jenis manusia dan tujuan manusia dalam menuntut ilmu. sekarang kita dapat merenungkan diri kita sendiri dan bermuhasabah, termasuk golongan manakah kita? apakah yang selamat, kelompok yang berisiko, ataukan kelompok yang binasa.

semoga artikel yang singkat ini dapat menyadarkan kita dari mimpi - mimpi buruk yang selama ini telah menggerogoti kita dalam menuntu ilmu, selain kemuliaan ilmu, ternyata seorang guru juga harus kita hormati, karna kesuksesan seseorang sebab ia memuliakan ilmunya dan gurunya. wasalam.

Baca juga :

Jahri Mahfus
Jahri Mahfus Seorang Penulis dan Freelancer

Posting Komentar untuk "3 jenis manusia dalam menuntut ilmu – kamu masuk bagian mana?"

Berlangganan via Email