Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Adap dan etika seorang anak kepada orang tuanya (Berbakti kepada ayah dan ibu)

Adap dan etika seorang anak kepada orang tuanya (Berbakti kepada ayah dan ibu)Begitu besar jasa orang tua kepada kita, sungguh sayang dan sangat amat disayangkan bagi orang – orang yang selama ini masih durhaka dan suka menyakiti hati orang tua.

Ridho allah.swt terletak pada ridho kedua orang tuamu, dan murka allah.swt terletak dari murka orang tuamu. Doa orang tuamu akan dikabulkan allah.swt serta kutukannya bisa menjadi kenyataan.

Adap dan etika seorang anak kepada orang tuanya (Berbakti kepada ayah dan ibu)
Adap dan etika seorang anak kepada orang tuanya (Berbakti kepada ayah dan ibu)

Ketika engkau masih di dalam kandungan betapa bahagianya orang tuamu menyambut akan kedatanganmu, bahkan tidak dapat diukir dengan kata – kata, ibumu – ibumu – ibumu sudah sangat menyanyangimu semenjak di dalam kandungan dengan penuh perawatan dan penjagaan.

Ibumu selalu membawamu selama 9 bulan dengan penuh tetasan keringan dan rasa sakit ketika kamu bergerak, namun itu tidak pernah ia hiraukan. Ia tetap mencintaimu dengan penuh kasih sayang.

Ayahmu berusaha membanting tulang untuk mencari nafkah yang halal untukmu, agar kamu bisa tumbuh sehat tampa sedikitmu kekurangan asupan zat gizi. Ayahmu rela bekerja untukmu agar kamu bisa minum susu dan menyantap nutrisi dan zat – zat vitamin dari sayur dan buah agar kamu bisa tumbuh secara sempurna.

Hari berganti hari, dan waktu melahirkan telah tiba, betapa gelisahnya ayahmu menyambut kedantanganmu dengan penuh pengharapan dan doa.

Tapi betapa penuh pengorbanan-nya ibumu untuk dapat melahirkanmu kedunia, menurut penelitian yang dilakukan bahwa wanita yang hamil secara normal rasa sakitnya begitu amat luar biasa seperti 100 tulang yang dipatahkan dalam tubuhnya.

Tapi rasa sakit itu, rasa pedih itu, takkan apa – apanya hanya untuk menyambutmu lahir kedunia ini. Sungguh begitu besar pengorbanan seorang ibu, hingga seseorang yang mati dalam masa melahirkan allah.swt hadiahkan sebagai mati dalam keadaan syahid.

Begitu bahagianya ayahmu melihat kamu merengek dan menangis ketika telah lahir, ayahmu menyambutmu dengan seruan azan agar kelak engau berjalan dijalan yang benar dalam tuntunan syariat islam yang utuh.

Ibumu terharu pilu menyaksikanmu terus menangis, disandarkannya kepalamu yang munyil dipangkuannya dan rasa sakit yang dideranya sirna ketika itu jua.
Hari yang sunyipun berubah menjadi canda dan tawa dengan senyuman yang penuh kebahagian, pagi siang, malam terus mengasuhmu dengan penuh kasih sayang.

Ibumu dan ayahmu rela bangun malam hanya sekedar mengganti popokmu ketika kamu menangis, ayahmu rela pergi pagi pulang pagi hanya sekedar membelikan kamu makan dan susu. Ibumu sabar memandikanmu, menyuapimu, mengajarimu cara birbicara, cara berjalan serta berbagai hal yang luar biasa.

Hingga kamu masuk sekolah, ayahmu akan berusaha dan hanya ada satu tujuan didalam hatinya menjadi anak yang sukses dan berhasil dari dirinya, ibumu jua sama halnya dengan apa yang dicita – citakanya untukmu.

Mereka selalu berdo’a siang dan malam untuk kesuksesanmu, mereka menambung untuk biaya pendidikanmu serta masa depamu, mereka tidak memikirkan dirinya hanya memikirkan dirimu untuk kebahagiamu.

Sungguh betapa besar pengorbanan ayah dan ibumu, yang tak sanggup admin uraikan secara lebih dalam, lantas seberapa besarkan pengorbanan kita kepada orang tua kita? Sungguh sekalipun engkau mengelurkan seluruh hidupmu untuk mereka tak akan pernah sama dengan apa yang ia berikan untuk.

Apa yang kita perbuat selama ini kepada orang tua kita, semakin hari semakin rentan usia mereka, siapa lagi yang dapat menjaga mereka di masa senjanya selain diri kita sebagai anak yang berbakti.

Janganlah kamu membentak mereka, janganlah kamu bersedih hati ketika di beri nasehat oleh mereka, janganlah berlaku kasar kepada orang tua, hingga berani memukul mereka. Nauzubillah himin zalik (semoga allah.swt selalu memberi hidayah kepada kita semua dan memberikan kesehatan kepada orang tua kita, dengan cakupan rezki yang luas dengan hati yang merasa cukup)

Allah,swt berfirman :

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: " Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil " (QS. Al-Isra ayat 23 - 24)

Jangakan berkata kesar dan kerasa kepada mereka. kata – kata “ah” saja merupakan suatu dosa yang besar kepada orang tuamu. Selama ini kita telah menjadi anak yang durhaka kepada orang tua kita tatapi begitu mulianya mereka hingga tidak pernah merasa kesal terhadap dirumu.

Semoga kita bisa intoveksi diri kita masing – masing untuk segera bertobat kepada allah.swt dan meminta ampun kepada orang tua kita dan berjanji berusaha untuk membahagiakan mereka.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghormati dan membahagiakan kedua orang tua, mungkin kita tidak menyadari bahwa etika dan adab kepada orang tua merupakan hal yang paling dasar yang harus kita ketahui sebelum jenjang berikutnya. Namun terkadang kita lalai hal sekecil ini saja kita tidak sanggup melakukannya apalagi urusan dan perkara – perkara yang besar.

Nah, dalam kesempatan kali ini admin akan menguraikan tentang adab dan etika seorang anak terhadap orang tua. Apa saja itu? Untuk lebih jelasnya, YUK! Kita simak ulasan berikut ini.

#Adap dan etika seorang anak kepada orang tuanya

Sikap dan perilaku serta akhlak mulia itu lebih tinggi daripada ilmu, orang yang memiliki ahlak yang mulia sudah pasti memiliki ilmu, sedangkan orang yang berilmu belum tentu memiliki akhlak yang baik. Ilmu itu ibarat lentara, apabila ilmu tidak menerangi-mu maka ada yang salah dalam niatmu. Untuk mengetahuinya kamu bisa lihat disini.

Artikel terkait lainnya : 3 jenis manusia dalam menuntut ilmu – kamu masuk bagian mana?

Menghormati dan beretika/adan itu lebih tinggi daripada mematuhi perintah, kanapa demikian sebab orang yang menghormati sudah pasti akan menjalankan segala perintah yang telah diberikan.

Di dalam kitab  talim-muta’alim dijelaskan bahwa menghormati itu lebih baik daripada mentaati, kenapa demikian sebab manusia tidak dianggap kufur ketika bemaksiat, tetapi bisa menjadi kufur ketika tidak menghormati dan memuliakan perintah allah.swt

Adap dan etika termasuk dari cara menghormati orang tua dengan sungguh – sungguh sebab tampa etika dan adab manusia tidak akan menghormati satu sama lain, apalagi seorang anak kepada orang tuanya.

Nah, apa saja etika dan adab yang harus dipatuhi dan dikerjakan seorang yang berbakti kepada orang tua,  Jika engkau mempunyai kedua orang tua, maka adab seorang anak kepada kedua orang tuanya adalah :

1. Memerhatikan ucapan orang tua
Ketik orang tuamu memberi nasehat kepadamu, dengarkanlah dan perhatikanlah dengan baik, jangan memotong bicaranya, jangan bersikap acuh pada orang tuamu. Perhatikan ucapan dan kata – katanya dengan penuh penyesalan tentang apa yang ia kamu kerjakan, dan berjanji tidak mengulangi-nya lagi.

2. Berdiri manakala mereka berdiri (orang tua)
Ketika orang tuamu sedang memberi nasehat padamu dalam keadaan berdiri, hendaklah kamu berdiri jua dan mendengarkannya. Manaka ia sedang duduk janganlah kamu berdiri di depannya hendaklah berjalan dengan mendudukan sedikit pundakmu dengan berjalan dengan penuh rasa hormat kepadanya.

3. Mengerjakan perintah orang tua selama tidak bertentangan dengan syariat dan agama
Hendaklah segera kamu kerjakan tentang apa yang ia perintahkan kepadamu selama itu tidak melanggar agama, jika orang tuamu memerintahkan sesuatu hendaklah sigap dan jangan menolaknya atau munundanya. Dahulukan perintah orang tuamu sebelum mengerjakan sesuatu, jika ia menyuruhmu memijat kaki dan pundaknya, hendaklah kamu pijat mereka dengan penuh kasih sayang, kerjakan segala bentuk perintahnya dengan mengharap ridha darinya, jangalah cemburut dan menolaknya.

4. Tidak berjalan di depan orang tua
Jika mereka ada di depanmu dan kamu hendak berjalan melewati orang tuamu hendaklah berjalan dengan sopan , tidak tergesa – gesa apalagi berlari di depannya.  Berjalan dengan menundukkan sedikit bahumu dengan pelan – pelan agar tidak menggangu-nya.

5. Tidak meninggikan suara di atas suara orang tua
Janganlah kamu berbicara dengan orang tuamu dengan nada yang keras hingga lebih besar dari pada orang tuamu. Berbicaralah dengan lemah lemut dan penuh kasih sayang, jika orang tuamu salah dalam melangkah (berbuat dosa) nasehati mereka dengan nada yang lembut, jangan sampai meninggikan suaramu apalagi hinga membentak – bentak mereka.

6. Menyambut panggilan orang tua
Segera menyambut segala panggilan mereka dengan capat dan tanggap. Apabila orang tuamu menyuruhmu mengambilkan air, ambilkanlah dengan segera dan berikan kepadanya dengan muka yang berseri – seri hingga senang hatinya. Jangan kamu lambat dalam menyambut panggilannya walaupun engkau melakkukan ibadah Sunnah, karna berbakti kepada orang tua lebih besar pahalanya dan lebih mulia di hadapan allah.swt

7. Mencari rida orang tua
Apapun yang kamu kerjakan dan kamu baktikan kepada orang tuamu hendaklah hanya untuk mencari ridhonya hingga allah.swt meridhoimu, dan memasukkanmu kedalam surga berkat ridho dari kedua orang tuamu.

Artikel tekait lainnya : Siapa sebenarnya Ulama itu? Ilmu dan amaliah adalah ulama di dalam diri seseorang

Doakan mereka selalu, agar selalu mendapatkan kesehatan,rezki yang halal,kemuliaan, hati yang tenang, dan mati dalam keadaan husnul khatimah hingga mendapatkan surganya allah.swt.

8. Merendahkan diri di hadapan orang tua
Rendahkan dirimu dihadapan orang tuamu, janganlah kamu terlihat congkak dan menyombongkan diri dengan pangkat dan jabatanmu, sesungguhnya engkau sukses sekarang ini karna doa dari ayah dan ibumu jua, hendaklah berlaku rendah hati di hadapan mereka dan jangan sekali – kali merasa hebat dan pintar dihadapan mereka (orang tuamu).

10. Tidak mengungkit-ngungkit amal bakti yang telah anda lakukan pada orang tua
Apapun yang engkau kerjakan tak akan sanggup membalas segala jasa – jasanya yang telah ia berikan kepadamu dari masa dalam kandungan hingga engkau besar sekarang, untuk itu janganlah kamu mengungikit – ungkit jasa – jasamu kepada orang tuamu karna itu tidak ada bandingannya dengan jasa mereka padamu. Sungguh perbuatan ini hanyalah kesia – siakan belaka hingga kamu menjadi ujub kepada dirimu dan riya kepada orang lain.

11. Tidak menatap orang tua secara tajam
Janganlah kamu menatap mata mereka dengan tatapan yang tajam dan menyeramkan hingga sedih hatinya. Pandanglah mereka dengan muka tersenyum dan menanyakan keluh kesahnya dan keinginannya agar kamu dapat mewujudkan apa yang ada dibenak pikiran dan  hatinya.

12. Tidak bermuka masam kepada orang tua
Semarah – marah orang tuanya, janganlah kamu tunjukkan muka masamu atapalagi muka marahmu dihadapan orang tuamu, tapi tunjukkanlah muka yang berseri di wajahmu dan berusaha mendengarkan apa yang ia katakan kepadamu.  Selain muka masam janganlah kamu merasa jengkel kepada orang tuamu, hingga ketika ia meberi nasehat kepadamu engkau pergi dihadapannya tampa rasa bersalah sedikitpun.

13. Tidak pergi kecuali dengan izin orang tua
Janglah engkau pergi dari rumah sebelum berpamitan dengan orang tuamu serta ia mengizinkannya, hendaklah mematuhi apa yang ia katakan, jangalah kamu membuat gelisah hatinya menunggu kedatanganmu akibat engkau tidak mengabari mereka saat keluar rumah.

Nah, sekarang kamu sudah tahu bukan mengenai Adap dan etika seorang anak kepada orang tuanya. Berapa buruntungya dirimu jika masih memiliki orang tua yang manyayangi dirimu.

Bagaimana teman – teman kita diluar sana yang sudah menjadi yatim piatu yang telah ditinggalkan orang tuanya, maka dari itu sayangilah mereka sebagaimana mereka menyanyangimu sejak kecil. Janganlah kamu buat sedih hatinya atau membentaknya, janglah kamu membuat mereka menangis dan janganlah kamu biarkan mereka kesusahan untuk dirimu, tapi jadilan anak yang bisa membahagiakanya terutama diusia senjanya.

"Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tidakkah engkau semua suka saya memberitahukan perihal sebesar-besarnya dosa besar?" Beliau menyabdakan ini sampai tiga kali. Kita-para sahabat- menjawab: "Baiklah,ya Rasulullah." Beliau s.a.w. bersabda: "Menyekutukan kepada Allah dan berani kepada kedua orangtua." Semula beliau s.a.w. bersandar lalu duduk kemudian bersabda lagi: "Ingatlah, juga mengucapkan kedustaan serta menyaksikan secara palsu." Beliau s.a.w. senantiasa mengulang-ulanginya kata-kata yang akhir ini, sehingga kita mengucapkan: "Alangkah baiknya, jikalau beliau diam berhenti mengucapkannya." (Muttafaq 'alaih)

Jika orang tuamu sudah tidak lagi hendaklah kamu selalu mendoakannya agar allah.swt mengampuni kesalahan mereka, berikan sedekah bacaan tahlil dan harta yang diniatkan untuk orang tuamu.

Semoga artikel yang singkat ini dapat memberikan kesadaran untuk saya sendiri dan pembaca sekalian bahwa kebahagian kita didunia terletak dari rodho orang tua kita, betap besar jasa dan doa yang ia panjatkan untuk kita, untuk itu hendaklah berdoa untu mereka setiap harinya agar mereka mendapatkan kebahagian hakiki disurga nanti amain. Wasalam.

Baca juga :

Jahri Mahfus
Jahri Mahfus Seorang Penulis dan Freelancer

Posting Komentar untuk "Adap dan etika seorang anak kepada orang tuanya (Berbakti kepada ayah dan ibu)"

Berlangganan via Email