Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tidak pernah merasa cukup penyebab kekalutan pikiran dalam hidup

Tidak pernah merasa cukup penyebab kekalutan pikiran dalam hidup -Hidup adalah sebuah perjalanan untuk menyongsong kehidupan abadi (alam akherat), perjalanan hidup didunia hanyalah sebuah persinggahan yang sangat singkat untuk mengumpulkan bekal menuju kehidupan yang hakiki.

Seandainya manusia dapat menggunakan akal pikiran dengan jernih dan secara logika, tentu yang akan memilih kebahagian hidup yang abadi ketimbang kehidupan yang fana yang pada akhirnya akan binasa, namun karna tertutupnya pikiran dengan debu – debu dosa, serta kerasnya hati untuk mendapat hidayah, disertai hawa nafsu penyebab banyak-nya manusia yang tidak mau hijrah di jalan allah.swt

Sifat manusia itu selalu merasa tidak puas dengan apa  yang ia miliki, andaikan ia memiliki 1 atau 2 gunung emas, otomatis ia akan mencari lagi ke-3 gunung emas, factor semacam ini adalah didorong oleh hawa nafsu yang terpendam di dalam diri manusia.

Tidak pernah merasa cukup penyebab kekalutan pikiran dalam hidup
Tidak pernah merasa cukup penyebab kekalutan pikiran dalam hidup

Lantas bolehkan hawa nafsu dimatikan? Dalam islam hawa nafsu memiliki potensi untuk mengembangkan kemampuan manusia untuk hidup maju, seperti kemaun keras untuk bekerja, kamuan keras untuk berubah, atau lain sebagainya. Untuk itu hawa nafsu bukanlah musuh yang harus di pendam hidup – hidup, akan tetapi dikontrol dengan menggunakan akal dan batasan – batasan agama.

Tak heran memang, musuh terbesar di dalam diri manusia adalah hawa nafsu, barang siapa di dalam hidupnya hanya mengikuti hawa nafsu untuk keburukan, maka perlahan – lahan hawa nafsu akan menggantikan posisi akal manusia. Jika sudah begini setiap langkah dan tujuan kita tidak akan lagi berpegang pada ajaran agama islam, melainkan dengan dorongan nafsu di tambah godaan syaitan dalam tipuannya yang menyesaatkan.

Sifat manusia yang tidak pernah merasa cukup merupakan efek dari dorongan hawa nafsu, ketika dorongan ini terus menerus di ikuti maka akal akan terus berada di bawah kendali hawa nafsu hal inilah penyebab manusia tidak mampu lagi menjadi manusia yang bersyukur yang pada akhirnya akan menimbulkan kekalutan pikiran yang panjang.

Tidak pernah merasa cukup adalah penyebab pola pikir manusia menjadi kusut, semakin dipikirkan dan dikejar semakin kusutlah pikiran yang ada.

Orang yang terus menerus terpenjara dengan hawa nafsunya sendiri, maka ia akan sulit sekali mengucap rasa syukur, dia tidak akan melihat sedikitpun kelebihan dan anugrah yang telah allah berikan kepadanya, ia hanya melihat kekurangan – kekurangan dengan keluh kesah kepada allah.swt. ia hanya melihat keatas, tak pernah melihat kebawah, padahal disekitarnya masih banyak orang jauh dibawah kebahagian  yang ia miliki.

Allah.swt berfirman

Ingatlah tatkala Rabb kalian menetapkan: jika kalian bersyukur niscaya akan Ku tambah (nikmatku) pada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat pedih (QS. Ibrahim : 7)

Barang siapa yang besyukur dengan apa yang allah.swt berikan hari ini, insya’allah rasa tentram dan kedamaian akan menyinari hatimu, sedangkan rasa keluh kesah den menyesali nasib badan yang tejadi hanya akan menimbulkan rasa kekacauan di dalam hati.

Jangan bayangkan orang yang memiliki rumah mewah, memiliki puluhan mobil, istri yang cantic, bisa memiliki rasa tentram dihati, tetapi ada orang yang hanya sekedar bisa makan 1 hari sekali, tetapi memiliki keluasan hati  yang begitu amat besar.

Artikel terkait lainnya : Siapa sebenarnya Ulama itu? Ilmu dan amaliah adalah ulama di dalam diri seseorang

Kebahagian seseorang itu tidak bisa diukur dengan apapau selain dengan rasa damai dan tentram di dalam hati, sedangkan rasa tentram di dalam hati hanya bisa terwujud ketika engkau ingat dengan rabbmu yaitu salah satunya bersyukur dengan apa yang telah allah.swt berikan padamu.

Janganlah melihat kekurangan yang ada dalam hidup kita sekarang dengan membandingkan ukuran yang lebih hebat, coba kamu perhatikan disekeling kita, ternyata masih banyak orang yang jauh lebih menderita dan kesusahan hidup yang lebih tinggi. Andai kamu bisa beryukur dengan rezki yang allah.swt berikan niscaya hati dan pikiranmu akan merasa cukup dan reda dengan apa yang terjadi.

Jika hari ini  pikiran dan hatimu tidak tenang memikirkan urusan dunia, mungkin kamu harus koreksi dan evaluasi tentang apa yang terjadi didalam dirimu, sudahkan kamu beryukur ataupun bersabar, mungkin kamu tidak tahu bahwa rezki yang telah kamu dapat sebenarnya lebih banyak dari pada orang di luar sana, tetapi kenapa kita tidak mau bersyukur?

Jadi pandai – pandailah bersyukur dengan setiap perakara yang terajadi, apabila ditimpa dengan sebuah keburuntungan maka hendaklah kita bersyukur, dan apabila ditimpa dengan kemalangan maka hendaklah kita bersabar, dengan dua prinsip ini, insya’allah hidup akan menjadi lebih tenang dan tentram dengan perjalanan hidup menuju jembatan alam akherat.

Kekalutan pikiran dan kegundahan hati dapat diobati dengan sholat, dan amal – amal ibadah lainnya, salah satunya pandai bersyukur, bukanlah bersyukur adalah suatu amal ibadah juga? Semakin banyak bersyukur makin banyak pula perbekalan amal ibadah kita, serta siapa yang selalu bersyukur pasti allah.swt akan tambah nikmat yang ia punya sekarang.

Semoga artikel yang singkat ini dapat memberikan pembelajaran dan motivasi hidup kita kedepannya dengan selalu bersyukur dalam hal – hal kecil dalam hidup ini, rasa kedamaian dan ketenangan hati adalah buah dari rasa syukur yang allah.swt berikan pada setiap muslim. Wasalam

Baca juga :

Jahri Mahfus
Jahri Mahfus Seorang Penulis dan Freelancer

Posting Komentar untuk "Tidak pernah merasa cukup penyebab kekalutan pikiran dalam hidup"

Berlangganan via Email