Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ajaran dan Nasehat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

1. Berlindunglah kepada Allah SWT dari setan terkutuk - Sesungguhnya, setan sangat jauh dari Allah dan dari segala yang baik, tetapi sangat dekat dengan nereka. Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW dan seluruh umatnya diperintahkan untuk berlindung dari setan yang terkutuk agar terjauh dari api neraka dan didekatkan ke surga. Dengan demikian, mengikuti setan merupakan akar segala kesengsaraan dan kesulitan. Adapun menjauhinya merupakan sumber kebahagian, kenikmatan, ketenangan dan petunjuk. Dari permohonan perlindungan tersebut, sesorang hamba dapat mengambil lima manfaat:
  1. Keteguhan untuk memeluk agama dan petunjuk
  2. Keselamatan dari kejahatan setan
  3. Masuk ke dalam benteng yang kokoh
  4. Sampai di tempat yang aman bersama para nabi, orang-orang yang benar, para syuhada, dan orang-orang saleh
  5. Datangnya pertolongan Tuhan pemeliharaan langit dan bumi. 

2. Tobat - Pertama-tama engkau harus bersih dari ego yang memerintahkan dirimu pada kejahatan maka engkau masih memiliki sedikit kesadaran, meskipun meneruskan perbuatan dosa. Engkau akan memiliki perasaan bersalah, tetapi hal ini belum cukup. Engkau harus melewati tahap itu ketingkat ketika kebenaran akan diwayukan kepadamu, kebenaran tentang benar dan salah. Kemudian engkau akan berhenti melakukan kesalahan dan mengerjakan yang benar sehinga dirimu akan menjadi bersih. 

Ajaran dan Nasehat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani
Manaqiban - Walasan

Untuk melawan syahwat engkau harus memerangi keinginan-keinginan hewani, kerakusan, tidur berlebihan, kegiatan tak berguna dan melwan sifat binatang liar dalam dirimu, hal-hal yang negatif kemarahan, perkelahian, sifat agresif. Kemudian engkau harus membersihkan dirimu sendiri terhadap kebiasaan jahat ego, arogansi, kebanggaan diri, iri hati, balas dendam, kerakusan, dan semua penyakit tubuh dan hati lainnya. Hanya orang-orang yang dapat melakukan hal-hal itu yang benar-benar bertobat dan bersih serta murni. 

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. “ (Q.S. 2/Al-Baqarah: 222)  

3. Penyucian diri - Penyucian adalah pembersihan diri sendiri. Ada dua jenis kebersihan. Kesatu lahiriah, diperintahkan oleh atuaran (ajaran) agama dan diselesaikan dengan mencuci tubuh seseorang dengan air suci. Kedua, penyucian batiniah, diperoleh melalui kesadaran akan adanya kotoran dalam wujud seseorang, sehingga menjadi sadar terhadap dosa-dosanya dan secara sungguh-sungguh, menyesali dosa-dosa tersebut. Penyucian bathiniah ini mengharuskan seseorang mengambil jalam spiritual dan diajarkan oleh seorang guru spiritual. 

4. Ingat kepada Allah Azza Wa Jalla - Allah yang Mahatinggi menunjukkan jalan bagi orang-orang yang berusaha untuk mengingat-Nya: Artinya: “dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu. “ (Q.S. 2/Al-Baqarah: 198). Ucapan yang terbaik diantar ingatan (kepada Allah) adalah ucapanyang aku dan semua nabi sebelumku menyebutnya. Ucapan itu ada dialam kalimat tauhid, La ilaha illallah, tidak ada Tuhan kecuali Allah.


5. Qona’ah - Qona’ah itu adalah menerima dengan rela apa yang telah ada, memohon kepada Allah tambahan yang pantas serta disertai usaha karena mencari keridaan Allah, menerima dengan sabar akan takdir Allah, bertawakal kepada-Nya, dan tidak tertarik oleh tipu daya dunia. Yakinlah kamu bahwa qona’ah itu sesuatu sikap hidup yang harus dimiliki oleh setiap muslim, karena dengan qona’ah hati menjadi tenang, bahkan menjadi suatu model yang takan pernah habis, dalam situasi dan kondisi apa pun. 

6. Sikap Zuhud - Bebaskan dirimu dari kepentingan dunia. Karena kematian itu niscaya. Dunia yang kamu cari dengan susah payah hanya akan kamu tinggalkan begitu saja. Adapun yang kamu simpan berumpuk-tumpuk itu hanya akan menjadi rebutan ahli warismu yang akhirnya mencelakakan keluargamu sendiri. Maka janganlah kamu cari kehidupan di dunia ini hanya untuk bersenang-senang. Kehidupan dunia adalah kehidupan yang semu, kehidupan yang penuh tipuan dan permainan. 

7. Puasa - Puasa yang wajibkan syariat adalah menahan diri dari makan dan minum serta berhubungan badan. Mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Itulah puasa lahir. Puasa batin ialah menjaga semua indra dan pikiran dari segala yang diharamkan. Dengan kata lain puasa batin adalah meninggalkan ketidakselarasan antara lahir dan batin.  

8. Bersyukur - erimalah kesulitan dengan kesabaran dan kemudahan dengan syukur, karena demikianlah keadaan orang yang terdahulu, seperti para Rasul dan orang saleh, mereka selalu bersyukur terhadap nikmat yang diberikan kepadanya dn mereka selalu bersabar atas musibah an kesulitan yang sedang menimpa dirinya.  Syukur bukan berarti memaksakan diri untuk puas, tetapi syukur lebih menitikberatkan pada pengakuan terhadap kekuatan yang senantiasa menyertai kita yaitu Tuhan. Manfaat syukur adalah menghindarkan kita dari sikap berlebih-lebihan dalam kebahagiaan. Selalu mengingatkan kita akan Tuhan dan kepedulian terhadap sesama. 

9. Rendah Hati - Sikap ini sangat baik jika dimiliki oleh para pembesar, saudagar dan orang dengan kela sosial (nasab) tinggi. Sehingga tidak sewenang-wenang atau merendahkan manusia lain yang berbeda dalam kepemilikian harta atau tahata tau ilmu di dunia. Seperti Syekh Abdul Qadir Al-Jailani di hadapan Tuhan, begitu menyadari bahwa kedudukan beliau hanyalah seorang hamba. Betapapun manusia menyanjung dan menghormatinya, beliau tetap rendah hati, karena yang pantas untuk sombong hanyalah Allah SWT. 

10. Tawakal - Abu Turab al-Nakhsyabi mengatakan bahwa tawakal adalah melemparkan badan dalam penghambaan (ubudiyyah) dan mengaitakan kalbu dengna ketuhanan (rububiyyah), serta merasa tenang dengan apa yang ada. Jadi, jika diberi, dia bersyukur dan jika tidak diberi, dia bersabar. 

11. Akhlak - Akhlak adalah hal yang paling utama karena akhlak menerminkan jati diri yang sebenarnya. Manusia terkubur oleh kelakuannya dan terkenal karena kelakuannya juga. Ada yang mengatakan, akhlak yang baik diberikan secara khusus oleh Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat dan keutamaan yang Dia berikan Kepadanya. 

12. Sabar - Sesungguhnya jika Allah Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia timpakan cobaan kepadanya. Jika dia menimpakan cobaan kepadanya, dia akan membuatnya bersabar. Sabar ada tiga macam:
  1. Sabar karena Allah, yakni sabar dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
  2. Sabar bersama Allah, yakni sabar menerima qadha dan skenario Allah pada diri kita beruapa cobaan dan kesulitan.
  3. Sabar atas Allah, yakni bersabar menanti apa yang dijanjikan Allah berupa Rezeki, bebas dari masalah, kecukupan, pertolongan, dan ganjaran di akhirat. 

13. Jujur - Shidq adalah pilar dan penyempurna segala hal. Ia merupakan derajat kedua setelah derajat kenabian. Shadiq adalah sifat yang melekat pada seseorang yang jujur (berlaku benar). Sedangkan shiddiq adalah bentuk mubalaghah (hiperbola), diberikan kepada orang yang terus-menerus melakukan kejujuran (kebenaran), sehingga menjadi kebiasaan dan karakternya. Ada tiga hal yang menjadi buah manis orang yang berlaku shidq dan tidak akan kepas darinya. Kenikmatan, wibawa, dan keramahan. 

Kita dapat mengambil substansi atau inti dari ajaran dan nasehat-nasehat beliau. Seperti, ketakwaan kepada Allah, keistikamahan dalam laku (prinsip) jujur, sabar, rendah hati, perhatian terhadap alam dan sesama manusai, qona’ah dan zuhud. Kesemuan itu bisa kita terapkan dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:

Jahri Mahfus
Jahri Mahfus Seorang Penulis dan Freelancer

Posting Komentar untuk "Ajaran dan Nasehat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani"

Berlangganan via Email