Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Meningkatkan Motivasi Belajar siswa Agar lebih Rajin

Cara Meningkatkan Motivasi Belajar siswa Agar lebih Rajin - Motivasi berasal dari kata motif yang dapat di artikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu, yang menyebabkan individu tersebut bertindak atau berbuat.  Motif ini tidak dapat di amati secara langsung, tetapi dapat di interpretasikan dalam tingkah lakunya, berupa rangsangan, dorongan atau pembangkit tenaga munculnya suatu tingkah laku tertentu.

Motivasi ini dapat tumbuh karena ada keinginan untuk bisa mengetahui dan memahami sesuatu dan mendorong. Motivasi belajar adalah proses yang memberi semangat belajar, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama.  Pendapat lain mengenai motivasi juga dikemukakan oleh Eysenck dan kawan-kawan dalam Slameto mengatakan bahwa motivasi sebagai suatu proses yang menentukan tingkatan kegiatan, intensitas, konsistensi, serta arah umum dari tingkah laku manusia, merupakan konsep yang rumit dan berkaitan dengan konsep-konsep lain seperti minat, konsep diri, sikap dan sebagainya. 

Cara Meningkatkan Motivasi Belajar siswa Agar lebih Rajin
Piala Prestasi

kesimpulannya bahwa motivasi adalah kekuatan yang ada didalam diri seseorang yang menyebabkan seseorang tersebut bertindak atau berperilaku, motivasi ini tidak bisa diamati secara langsung melainkan dapat di amati melalui tingkah laku seseorang tersebut. Jadi apabila seseorang semangat untuk belajar maka ia  dapat di katakan telah termotivasi.

Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.  Oemar Hamalik dalam dalam Nandang Kosasih dan Dede Sumarna berpendapat bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang relative mantap berkat latihan dan pengalaman.  Menurut Cronbach dalam Agus Suprijono mengatakan belajar adalah perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman. 

kesimpulannya bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku  sebagai hasil dari pengalamannya sendiri yang ia peroleh dari hasil interaksi dengan lingkungan sekitar. Perubahan yang terjadi dalam diri seseorang ini banyak sekali baik sifat maupun jenisnya karena itu sudah tentu tidak setiap perubahan dalam diri seseorang merupakan perubahan dalam arti belajar.


Dari beberapa teori di atas tentang pengertian motivasi dan belajar maka peneliti tarik kesimpulan bahwa pengertian motivasi belajar adalah kekuatan yang ada didalam diri seseorang yang menyebabkan seseorang tersebut bertindak atau berperilaku untuk mengetahui sesuatu yang belum ia ketahui dari proses interaksi dengan lingkungannya.

Prinsip-Prinsip Motivasi Belajar - Aktifitas belajar bukanlah suatu kegiatan yang dilakukan tanpa terlepas dari faktor-faktor lain. Namun aktivitas belajar pada umumnya juga melibatkan unsur jiwa dan raga. Belajar tidak akan pernah terjadi ataupun dilakukan tanpa adanya dorongan yang kuat baik itu dari dalam yang lebih utama maupun dari luar yang tak kalah pentingnya.

Konsep motivasi yang berhubungan dengan tingkah laku seseorang dapat di klasifikasi sebagai berikut : pertama: seseorang senang terhadap sesuatu, apabila ia dapat mempertahankan rasa senangnya maka akan termotivasi untuk melakukan kegiatan itu, kedua: apabila seseorang merasa yakin mampu menghadapi tantangan maka biasanya orang tersebut terdorong melakukan kegiatan tersebut. 

Kesimpulannya bahwa motivasi itu berhubungan dengan tingkah laku seseorang, apabila ia termotivasi terhadap sesuatu hal maka ia akan melakukan hal tersebut. Adanya prinsip motivasi sebagai dasar menggerakkan dan mendorong aktivitas belajar.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar - Menurut Hamzah B. Uno terdapat dua faktor yang mempengaruhi motivasi belajar yaitu : Faktor intrinsik, berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, harapan akan cita-cita. dan Faktor ekstrinsik, adalah adanya penghargaan lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik. 

Berdasarkan pendapat Hamzah B. Uno diatas peneliti simpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar itu ada dua yaitu faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor instrinsik berupa faktor yang ada dalam diri seseorang meliputi tingkat kecerdasan, sikap, bakat, motivasi, minat, kesehatan jasmani dan kondisi panca indera. Sedangkan faktor ekstrinsik berupa faktor dari luar diri seseorang yakni berupa dorongan dari orang lain agar seseorang tersebut termotivasi untuk belajar. kesimpulannya bahwa apabila seseorang memiliki cirri-ciri seperti diatas, berarti seseorang tersebut selalu memiliki motivasi yang tinggi.

Siswa atau peserta didik adalah para murid, siswa, seluruhnya menjadi objek pendidikan, peserta didik tidak sebatas para anak didik, tetapi semua manusia adalah peserta didik, bahkan pendidik pun dapat disebut juga sebagai peserta didik karena tidak ada manusia yang ilmunya melebihi ilmu-ilmu allah Swt. Siswa atau peserta didik merupakan orang yang terlibat dalam kegiatan belajar yang mempunyai tujuan untuk belajar mendapatkan ilmu dari seorang guru. Jadi, siswa merupakan unsur dalam belajar mengajar.

Proses belajar akan berjalan dengan baik jika materi pelajaran yang hendak di pelajari atau masalah yang hendak dipecahkan itu diketahui terlebih dahulu ciri-cirinya.  Dalam model Discovery Learning memberi kebebasan kepada siswa untuk berfikir sendiri berimajinasi terhadap materi pembelajaran tersebut.

Kesimpulanya bahwa siswa atau peserta didik adalah orang yang merupakan objek dalam kegiatan proses belajar megajar, anak didik merupakan seseorang yang ingin mencari ilmu di suatu pendidikan. Dalam suatu kegiatan pembelajaran tanpa adanya peserta didik tujuan pembelajaran tersebut tidak akan tercapai secara maksimal.

By: @laila

Baca Juga:

Jahri Mahfus
Jahri Mahfus Seorang Penulis dan Freelancer

Posting Komentar untuk "Cara Meningkatkan Motivasi Belajar siswa Agar lebih Rajin"

Berlangganan via Email