Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 kreteria teman sahabat sejati untuk kesuksesan dunia akhirat

5 kreteria teman sahabat sejati untuk kesuksesan dunia akhiratManusia adalah makhluk sosial dan tidak akan bisa hidup secara individual, karna satu sama lain saling membutuhkan, dari berbagai intraksi sosial yang terjadi pasti terdapat para pelaku – pelaku sosial yang memiliki tingkat kedekatan antara individu dengan individu yang berbeda dari sekedar anggota masyarakat, tetangga, teman karib, sehabat, kekasih, dan lain sebagainya.

Berbicara mengenai sahabat, tentu anda pasti sudah tidak asing lagi? Sahabat itu tidak sekedar teman biasa melainkan lebih dari saudara kita sendiir, ia selalu ada disaat kita dalam kesedihan dan kedukaan dan memberikan kebahagian disaat itu, serta ikut bahagia ketika kita dalam kesuksesaan.

Nabi Saw. bersabda, “Perumpamaan dua orang saudara adalah seperti dua tangan, yang satu membersihkan yang lain.”

Kedudukan sehabat sejati itu di ibarakan sudah menjadi saudara dalam hidup kita dimana keduanya saling membersihkan dan menasehati ke jalan kebaikan di dunia maupun diakherat.

Orang akan mampu menilai seseorang dengan melihat dengan siapa ia berteman dan dengan siapa ia bergaul, sehabat sama halnya dengan corak kepribadian kita sendiri, apabila berteman dengan orang yang tidak baik maka binasalah dan apabila berteman dengan orang yang baik maka selamatlah.

5 kreteria teman sahabat sejati untuk kesuksesan dunia akhirat
5 kreteria teman sahabat sejati untuk kesuksesan dunia akhirat

Begitu besar pengaruh seorang teman dan lingkungan dalam perjalanan hidup seseorang, Rasulullah Saw. bersabda, “Seseorang bergantung pada agama teman karibnya.

Begitu bahayanya kemudharatan apabila menjadikan seorang teman sejati atua sehabat sejati yang tidak mampu membawamu kedalam kebaikan, dan begitu beruntungnya apabila memiliki teman yang selalu saling mengingatkan kearah kabaikan dan kemuliaan.

Oleh sebab itu, hendaknya kamu memperhatikan siapa yang harus dijadikan seorang sahabat sejati” Manakala engkau ingin mencari teman yang bisa menyertaimu dalam belajar serta bisa menemanimu dalam urusan agama dan dunia, perhatikan lima hal berikut ini. Apa saja itu? Untuk lebih jelasnya mari kita simal untaian kata berikut ini.

#5 Kreteria dan sikap seorang sahabat sejati

Di era sekarang (Di akhir zaman) masyarakat modern cendrung memilih teman karibnya atau sahabat dari kalangan yang berada, berkelas dan memiliki pengaruh besar terhadap apa saja yang berkaitan dunia, padahal semua itu hanya menyesatkan kedalam lembah kemudharatan yang berkepanjangan.

Banyak sekali teman karib dalam hidup kita, baik dari teman dalam masalah asmara, teman bisnis, teman sekolah, namun dapat dihitung dengan jari hanya sedikit teman yang mendorong kita untuk tetap istiqomah kepada allah.swt. teman dunia mudah dicari sedangkan teman dunia akhirat sulit untuk ditemukan.

Masyarakat sekarang lebih cendrung tidak memandang krakter dan sikap masing – masing individu melainkan dapat memenuhi tujuan dari masing – masing. Itulah alasannya kenapa dikatakan banyak sekali “Serigala berbulu domba” sahabat yang berusaha memanfaatkan temannya sendiri untuk memenuhi tujuan yang ada pada dirinya.

Artikel terkait lainnya : Tidak pernah merasa cukup penyebab kekalutan pikiran dalam hidup

Tak dapat dicegah dan tak dapat dielakan, semua ini menunjukkan etika dan adab persahabatan yang tadinya saling tolong menolong dalam kebaikan sudah terkikis dengan cintanya pada dunia yang membawanya pada penikungan – pinikungan yang esterim hingga  melibatkan sahabat karibnya sendiri.

Maka dari itu setidaknya anda perlu mengetahui beberapa krakter dan sifat untuk menjadikan seorang taman lebih sekedar teman namun pada tingkat sahabat dan saudara, diantaranya sebagai berikut :

1. Akal – ilmu
Musuh yang pandai lebih baik daripada teman yang bodoh. Maksud bodoh disini bukanlah disebabkan oleh faktor lahir ataupun kemampuan diri, malainkan bodoh dari segi ilmu pengetahun karna tidak mau belajar dan menuntut ilmu.

Tidak ada untungnya berteman dengan orang bodoh (tidak mau menuntut ilmu dan belajar) karena bisa berakhir kepada kemalangan dan terputusnya hubungan. Paling-paling mereka hanya akan memberikan mudarat kepadamu serta ingin memanfaatkanmu.

1000 orang ahli ibadah sangat mudah ibliz memusnahkannya, namun satu orang alim yang berilmu dan wara maka sulit sekali untuk ibliz menumbangakanya.

Kita ambil contoh orang ahli ibadah apabila diselipkan dan ditiupkannya oleh ibliz akan sifat riya ataupun ujub maka tertipu dayalah si ahli ibadah hingga pahala ibadahnya hagus, sedangkan orang berilmu dan alim akan tahu bahwa riya dan ujub itu adalah sebuah perbuatan yang menghanguskan amal ibadah, tentu saja didalam dirinya akan dibentengi untuk tidak sampai merasa bangga dengan diri sendiri atau mengungkit – ungkit amal kebaikan.

Begitu beruntungnya seorang sahabat yang memiliki ilmu pengetahuan , lebih – lebih ilmu dalam urusan agama karna dapat membantu dan menasehati kita ketika berada dijalan yang salah.

2. Akhlak yang baik
Jangan berteman dengan orang yang buruk tingkahnya dan akhlaknya, terutama yang tidak mampu menahan amarah dan syahwatnya.

Akhlak yang baik adalah perioritas utama, orang yang berakhlak mulia tentu sudah dipastikan ia berilmu, karna ia tahu batasan – batasan yang diperbolehkan agama dan yang dilarang oleh agama.

Untuk itu katagori dan kreteria sahabat yang kedua adalah harus memiliki akhlak yang baik dan  berbudi luhur,  orang yang memiliki akhlak yang baik  akan selalu menjagamu, akan selalu membimbingmu ketika dalam keadaan salah, selalu mengingatkanmu, dan meluruskanmu, selalu mendengarkamu dan membenarkamu dan selalu mengulurkan tanganya untukmu hingga rusaknya integritas dirinya hanya sekedar menyelamatkanmu.

Sungguh beruntung apabila kita memiliki seorang sehabat yang selain berilmu ditambah dengan akhlak yang baik, insya’allah kita akan mendapat percikan cahaya – cahaya keberkahan yang ada pada dirinya.

3. Saleh dan Takqa
Allah Swt. berfirman, “Jangan engkau ikuti orang yang Kami lalaikan hatinya dari berzikir kepada Kami dan mengikuti hawa nafsunya. Orang itu telah betul-betul melampaui batas” (Q.S. al-Kahfi: 28).

Janganlah kamu berteman dengan orang yan fasik, yakni orang yang selalu bermaksiat kepada allah.swt. percikan asap – asap dosa akan mengenai wajahmu sehingga malapetaka yang dilakukan oleh fasiknya sahabatmu menjadikanmu celaka.

Walaupun engkau mengatakan seorang yang kuat iman, bukankah suatu perkara ada pemicu sebab musibabnya, orang yang berkata alim pada dirinya namun dibawa kepada tempat yang mengumbar syahwat tentu akan goyah walaupun tidak tumbang, namun barang kali tidak tumbang ini membuat perkara haram menjadi remah di dalam hatinya, serta membuat  hatinya menjadi keras hingga tak mampu menahannya lagi di kemudian hari.

Orang yang fasik dan Nampak perkara maksiatnya akan membuatmu menyaksikan kefasikannya sehingga timbullah didalam hatimu rasa remah terhadap dosa tampa kamu sadari kamu sendiri akan terporok kedalam lembah dosa – dosa yang diajak oleh sahabtmu sendiri.

4. Tidak Tamak terhadap dunia
Tabiat manusia selalu ingin meniru dan meniru hal ini sudah menjadi hokum alam. Orang yang berteman dengan orang yang mencintai dunia dengan kuatnya maka itu akan menjadi racun yang akan membinasakanmu sendiri.

Kenapa ia dapat melumpuhkanmu, begini system kerjanya, seseorang yang engkau anggap sahabat sangat mencintai pekerjaannya dan cinta akan dunia dan selalu mencari perkara harta dan lupa akan akherat, maka otomatis anda sebagai peniru akan lebih kuat dan gencar dibandingkan oleh sahabatmu sendiri.

Intinya berteman dengan orang tamak bisa membuatmu lebih tamak, sebaliknya berteman dengan orang zuhud bisa membuatmu lebih zuhud.

5. Jujur
Jangan engkau bersahabat dengan pembohong karena bisa jadi engkau tertipu olehnya. Ia seperti fatamorgana. Ia membuat dekat yang jauh darimu dan membuat jauh yang dekat darimu. (Bidayatul Hidayah)

Nah, sekarang kamu sudah tahu bukan mengenai sikap dan kreteria teman sahabat sejati untuk kesuksesan dunia akhirat.

Begitu banyak teman dalam kehidupan kita tetapi tidak semua teman dapat dijadikan sahabat, hanya sahabtlah yang dapat membantu kita melangkah kerah yang baik untuk dunia dan akherat, teman dapat membinasakan kita namun sahabat sudah lebih dari pada saudara yang siap membantu dan medoakan kita.

Berapa banyak teman yang telah kita jadikan sahabat sejati, namun tidak satupun yang membawa kebenaran melainkan kelalaian demi kelalaian.

Jika kamu tidak mampu melawan gejolak akhir zaman dan takut akan perbuatan – perbuatan kemudharatan, hendaklah berdiam diri dan terus menuntut ilmu serta mengamalkan, bisa jadi ilmu yang kamu tahu dapat menyalamatkan teman – teman kita diluar sana.

Semoga artikel informasi islami dapat menambah cakrawala kita dalam menentukan antara teman, sahabat, serta lebih dari saudara. Begitu indahnya memiliki sahabat yang selalu sejalan dengan tuntunan islam yang begitu indahnya, wasalam.

Baca juga :

Jahri Mahfus
Jahri Mahfus Seorang Penulis dan Freelancer

Posting Komentar untuk "5 kreteria teman sahabat sejati untuk kesuksesan dunia akhirat"

Berlangganan via Email