Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ciri-ciri dan jenis kata kerja (Transitif dan intransitif)

Ciri-ciri dan jenis kata kerja (Transitif dan intransitif)Makan dan minum, bekerja, berolahraga, tidur dan lain sebagainya termasuk dari rutinitas yang selalu dikerjakan oleh manusia. Jika kita masukkan dalam kebahasaan Indonesia maka termasuk dari kata kerja.

Apa itu kata kerja? Kata kerja adalah kaya yang menyatakan perbuatan atau laku. Jadi setiap bentuk aktivitas perbuatan atau laku dapat dikatagorikan sebagai sebuah kata kerja.

Ciri-ciri dan jenis kata kerja (Transitif dan intransitif)
Ciri-ciri dan jenis kata kerja (Transitif dan intransitif)

Sebelum kita menggunakan sebuah kata kerja dalam suatu kalimat yang anda akan susun, terlebih dahulu kita perlu mengenal ciri – ciri kata kerja, dan juga jenis kata kerja. 

Ciri – ciri kata kerja terbahagi menjadi 2 macam, sedangkan jenis kata kerja di kelompokkan menjadi 2 yaitu : kata kerja transitif (yang memerlukan objek )dan kata  kerja intransitif (tidak memerlukan objek). Agar dapat memahami tentang kedua jenis kata kerja diatas, YUK! Kita simak ulasan berikut ini.

#Ciri – ciri kata kerja

Setiap bentuk kata yang berupa aktivitas atau tindakan bisa digolongkan dan dikelompokkan menjadi kata kerja, selain itu ada juga beberapa kata apabila terdapat ciri – ciri sepeti dibawah ini, maka akan digolongkan juga sebagai sebuah kata kerja, diantaranya :

1. Segala kata berimbuhan ME – BER – KAN – DI – i
Sebuah kata apabila diberi sebuah imbuhan (ME – BER – KAN – DI – i) akan berubah menjadi kata kerja, seperti :

Minyak – termasuk dari kata benda, namun setelah diberi imbuhan (i) maka menjadi kata kerja minyaki, contoh kalimat: minyaki rambutmu agar selalu berkilau.

Gagah – termasuk dari kata sifat, namun setelah diberi imbuhan (meng dan i) maka menjadi kata kerja yaitu: menggagahi (meng-gagah-i), contoh dalam kalimat: selain merampok, pencuri itu juga menggagahi pemilik rumah

Bodoh – termasuk dari kata sifat, namun setelah diberi imbuhan (MEM dan i) maka menjadi kata kerja yaitu : membodohi (Mem-bodoh-i), contoh dalam kalimat : para pelaku bisnis riba telah membodohi anggota dengan iming – iming besar.

Atau contoh sederhana lainnya, seperti :
  • Menjual – (jual)
  • Bersepeda – (sepeda)
  • Ambilkan – (ambil)
  • Diterjang -  (terjang)
  • Bungkuskan – (bungkus)
  • Tanamkan – (tanam)
  • Bukakan – (buka)
  • Mendoakan – (doa)
  • Bersantai – (santai)
  • Berlomba – (lomba)
  • Berlari – (lari)


2. Segala kata yang dapat diperluas dengan kelompok kata dengan + kata sifat
Kata kerja mudah sekali di selipkan dengan bebagai bentuk kata lain, serta mudah sekali di kelompokkan dengan kata sifat. Contohnya sebagai berikut :
  • Andi belajar dengan serius
  • Donal tidur dengan nyenyak
  • Ia belari dengan kencang
  • Juri menghayati lagu dengan teliti
  • Kucing makan tikus dengan sangat rakus
  • Andi menangis dengan tersendu – sendu
  • Polisi mengawasai lingkungan sekitar dengan cermat
  • Ayam bertelur dimalam hari
  • Ayah berangkat ke kantor dengan tergesa-gesa
  • Aldo bernyanyi dengan sangat merdu


#Jenis kata kerja

Setelah memahami  ciri – ciri kata kerja, selanjutnya mari kita kelompokkan jenis – jenis kata kerja tersebut, secara umum kata kerja di kelompokkan menjadi 2 macam yaitu yang memerlukan sebuah objek dan yang tidak memerlukan sebuah objek, maksud dari kedua hal ini,  ulasannya sebagai berikut :

Artikel terkait lainnya : Jenis – jenis kalimat tanya dan kata tanya (klarifikasi, retoris, tersamar dan biasa)

1. Kata kerja transitif
Kata kerja transitif adalah kata kerja yang memerlukan objek, maksudnya kata kerja ini kurang lengkap apabila tidak disandingkan dengan sebuah objek, kata ini kerja transitif yang berdiri sendiri akan terlihat rancu dan penuh tanda tanya apabila tidak dibarengi dengan objek pendukungnya.

Contoh kata kerja transitif :
  • Makan
  • Memukul
  • Memancing
  • Minum
  • Menangkap
  • Menjaga
  • Menolong
  • Mendaki
  • Menangkap
  • Mengelus


Penjelasan dan uraian singkat: dari contoh-contoh diatas, maka keseluruhannya termasuk dari kata kerja transitif karna kata ini masih memerlukan objek. Seperti: makan roti, minum air, mendaki gunung, mengelus dada. Menangkap belelang, menjaga diri, memancing ikan, dan lain sebagainya.

2. Kata kerja intransitif
Kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak memerlukan objek. Kata kerja intransitif dapat menjadi lenkap dan dapat berdiri sendiri tampa perlu dibantuk dengan sebuah objek, kata kerja intransitif merupakan kebalikan dari kata kerja transitif.

Contoh kata kerja intransitif :
  • Berhias
  • Tidur
  • Berdiri
  • Menangis
  • Berjalan
  • Menyanyi


Penjelasan dan uraian singkat: jika kita amati contoh diatas sudah menunjukkan keterangan sebuah kata kerja itu sendiri tampa harus dibubuhi sebuah objek, seperti kata tidur sudah menunjukkan kata kerja bahwa pelaku sedang tidur.

Nah, sekarang kamu sudah tahu bukan Ciri-ciri dan jenis kata kerja (Transitif dan intransitif). Intinya dari ulasan berikut ini penggunaan kata kerja cukuplah mudah untuk diselipkan dalam sebuah kalimat, namun sebelum itu dilakukan terlebih dahulu kita harus mengenal lebih dalam mengenai kata kerja itu sendiri.

Dalam bahasan selanjut admin akan mengeluas lebih jauh mengenai kata sifat dan keta benda dan pembagiannya sepeti pada ulasan kali.

Semoga artikel yang singkat ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda mengenai jenis dan ciri – ciri kata kerja, semoga dapat menambah ilmu anda dalam pelajaran Bahasa Indonesia, sampai  jumpa lagi, bye.

Baca juga :

Jahri Mahfus
Jahri Mahfus Seorang Penulis dan Freelancer

Posting Komentar untuk "Ciri-ciri dan jenis kata kerja (Transitif dan intransitif)"

Berlangganan via Email