Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Melatih tubuh saat berpidato agar tidak kaku dan terkesan janggal

Melatih tubuh saat berpidato agar tidak kaku dan terkesan janggalBagi sebagian orang, pidato atau berbicara di depan umum bukanlah sesuaut yang sulit, terutama yang sudah terbiasa berbicar di depan umum menyampaikan khutbah atau orasi.

Tehnik dan caranyapun sudah santapan yang padu, sehingga rasa cangguh dan kesalahan – kesalahan kecil dapat dihindari. Tapi bagaimana dengan sebahagian yang lain yang belum pernah sama sekali berbicara di depan umum (berpidato) atau yang hanya beberapa kali saja?

Mungkin lain kisah atau keadaan, sebab sebahagian orang akan merasa sangat nerfes dan canggung berbicara di cepan umum, terutama ketika seseorang atau audien yang selalu memandang yang tertuju kepadanya.

Belum lagi kondisi audien yang sangat beragam, mulai dari yang khusuk memperhatikan, yang acuh tak acuh, hingga yang sering menimbulkan keributa, jika sebahagian orang yang pertama kali melakukan berpidato, ia akan merasa gelisah kumat tidak karuan.

Jika sudah seperti ini, alhasil akan merubah situasi pidato seseorang, bagaimana tidak, teks dan narasi yang telah di hapal dan pelajari sebelumnya akan hilang seketika itu juga di dalam pikiran anda, kasus-kasus seperti ini sering disebut dengan istilah demam panggung.

Melatih tubuh saat berpidato agar tidak kaku dan terkesan janggal
Melatih tubuh saat berpidato agar tidak kaku dan terkesan janggal

Apa itu demam panggung? Demam panggung adalah ketidakmampuan seseorang mengontrol diri terhadap situasi dan kondisi di depan orang banyak karna merasa melakukan kesalah, ner-fesh yang berlebih.

Jika anda baru pertama kali berorasi/berpidato di depan umum, kasus demam panggung merupakah hal yang wajar, bahkan yang sudah banyak makan garampun sering juga mengalami demam panggung ketika ingin berpidato  di depan, namun karna mereka sudah terlatih serta memiliki pengalaman yang banyak sehingga rasa ner-fesh dapat dihilangkan dengan mudah.

“Seseorang yang menjadi bisa karna sudah terbiasa, seseorang biasa menjadi terbiasa karna banyak berlatih”

Untuk mengatasi berbagai hal – hal yang menyebabkan demam panggung tentu diawali dengan berbagai persiapan dan sesi latihan yang baik. Seseorang yang akan tampil berpidato pada esok hari, tentu telah menyiapkan bekal narasi serta beberapa latihan ringan, hal inipun dilakukan oleh seseorang profesional sekalipu.

Bagaimana dengan kita yang masih pemula, tentu harus lebih sering – sering berlatih didepan cermin untuk mengetahui bagaiman sih kondisi kita pada saat berpidato? Kamu akan dapat menilainya sendiri.

Banyak sekali sesi – sesi latihan yang harus kamu kuasai, dari cara membuat teks pidato yang baik, melatih olah vokal (suara), melatih gerak tubuh. Melatih menggunakan peralatan berpidato, melatih rasa percaya diri, dan masih banyak yang lainnya.

Nah, dalam kesempatan kali ini kita akan mengulas lebih jauh mengenai sesi latihan gerak tubuh atau melatih bagrond tubuh ketika berpidato. Kenapa olah tubuh saat berpidato harus diperhatikan? Untuk menjawab hal ini,YUK! Kita simak ulasan berikut ini.


#7 Hal yang Harus diperhatikan dan dilatih ketika berpidato di depan umum


Seseorang yang berpidato akan terasa canggung dan kaku jika tidak disertai dengan gerakan tubuh, tak ibahnya seperti mesin pemutar suara yang tidak memberikan gerak dan reflek dari makna isi pidato.

Kenapa sih olah tubuh pada saat berpidato itu penting? Sebab gerakan tubuh (anggota tubuh) sangat berperan sebagai media untuk memperkuat pesan yang akan disampaikan, selain itu anggota tubuh yang bergerak akan memberikan sikap yang lebih profesional, serta menarik perhatian audien untuk melihat anda, semakin bagus olah tubuh yang anda jaga pada saat berpidato, semakin tinggi imej dan pandangan audien terhadap anda, sehingga akan berujung perhatian lebih kepada anda pada saat berpidato.

Artikel terkait lainnya : Cara menulis slogan dan poster yang benar beserta langkah – langkahnya

Walaupun demikian ada batasan – batasan dalam mengerakkan anggota tubuh, tidak semua anggota tubuh yang harus digerakkan serta dilakukan secara terus menerus, semuanya harus sesuai dengan porsi dan tempatnya, sebab berpidato dengan terlalu banyak gerak juga akan terkesan janggal dan berlebih – lebihan. Untuk itu anda harus perhatikan dimana anda beridiri, audien anda, dan teks pidato yang anda baca.

Berikut ini beberapa hal yang perlu anda kuasai dan latih dan harus sangat – sangat anda perhatikan ketika anda berpidato di depan umum, diantaranya sebagai berikut:

1. Kedua tangan jangan selalu diletakkan di belakang
Salah satu tanda ataupun ciri-ciri seseorang sangat gugup adalah meletakkan tangan dibekang (seperti posisi istirahat ditempat) meletakkan tangan dibelakang juga merupakan sikap tidak percaya diri, untuk itu hindari melatkkan tangan bekang tubuh.

2. Kedua tangan juga jangan selalu dilipat di depan
Selain gaya istirahat ditempat, posisi tangan didepan-pun sering digunakan seseorang ketika berpidato, posisi meletakkan tangan di depan bagian tubuh memberikan kesan menoton dan kaku, sebaiknya tangan anda difungsikan untuk memegang microfon saja akan lebih baik.

3. Angkatlah tangan sesekali agar tidak terkesan menoton
Agar pidato tidak semakin kaku, anda harus membubuhi dengan sentuhan-sentuhan tangan yg bergerak mengikuti suasana teks yang dibaca.

4. Susuaikan gerakan tangan dengan kondisi pidato yang dibacakan
Walaupun demikian anda tetap harus memperhatikan porsi dan jumlah gerakan tangan anda, untuk mengetahui jumlah porsinya disesuaikan dengan suasana teks yang dibaca atau dipaparkan, contoh : suasana semangat akan sangat cocok dengan gerakan kepalan tangan dan hentakan tangan keatas.

5. Apabila pidato dilakukan di atas podium/mimbar, letakkan kedua tangan diatas mimbar
Jika anda berpidato dalam kondisi berdiri di mimbar, maka posisi tangan akan serasa serasi berada di atas mimbar, tapi anda juga dapat menambahkan beberapa gerakan tangan yang sesuai.

6. Pandanglah orang- orang yang hadir dan jangan menundukkan kepala
Salah satu kelemahan berpidato dengan membaca teks iyalah pandangan mata yang selalu tertuju pada teks yang dibaca, hal seperti sangan tidak baik dilakukan karna akan terlihat kaku dan menoton. Sebaiknya jika pidato anda menggunakan teks, sesuaikan pandangan anda pada teks dan pada audien/pendengar secara silih berganti.

7. Hindari gerakan – gerakan yang janggal pada saat berpidato
Hindari gerakan – gerakan yang tidak berhubungan dengan materi pidato, seperti menggaruk, merapikan rambut, menjulurkan lidah, dan mengernyitkan hidung.

Nah, sekarang kamu sudah tahu bukan mengenai hal- apa yang Harus diperhatikan dan dilatih ketika berpidato di depan umum.

Selain melatih olah tubuh pada saat berpidato, kamu juga harus memperhatikan intonasi suara,artikulasi hurup, penggunaan alat dan peralatan pidato. 

Semua latihan diatas akan kamu dapatkan ketika kamu banyak belajar dan dan berlatih secara mandiri,maupun bersama teman – teman mu.

Sampai jumpa lagi pada artikel umum lainnya, semoga dapat menambah pengetahuan dan wawasan anda mengenai cara berpidato yang baik. Bye.


Baca juga :

Jahri Mahfus
Jahri Mahfus Seorang Penulis dan Freelancer

Posting Komentar untuk "Melatih tubuh saat berpidato agar tidak kaku dan terkesan janggal"

Berlangganan via Email