Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

15 Masalah yang sering muncul di masyarakat yang perlu dibenahi oleh negri ini

15 Masalah yang sering muncul di masyarakat yang perlu dibenahi oleh negri iniDari hasil observasi, pengamatan dan beberapa jawaban responden yang kami lakukan pada tanggal 09 – 10 Mei 2017, dapat kami simpulkan beberapa problem dan masalah yang kami jumpai, diantaranya sebagai berikut:

15 Masalah yang sering muncul di masyarakat yang perlu dibenahi oleh negri ini
15 Masalah yang sering muncul di masyarakat yang perlu dibenahi oleh negri ini

1. Kurangnya sarana dan prasarana dalam dunia pendidikan kita
Jumlah rasio siswa yang lebih dalam satu lokal yaitu mencapai 35 – 40 siswa dan siswi, padahal jumlah perlokal yang efesien dan efektif dalam pembelajaran di tingkat sekolah menengah (MTs) Max 20 – 25 orang. Hal inilah yang memicu pembelajaran yang disampaikan oleh guru kurang efektif karena jumlah siswa yang terlalu penuh. Dari hasil wawancara dengan kepala sekolah (R) mengutarakan penyebab dari permasalahan ini karena kurangnya  sarana dan prasarana yang ada terutama ruang kelas. Setiap tahunnya peserta didik baru banyak yang mendapar ke MTs ini, namun jumlah lokal atau kelas yang ada hanya 4 buah ditambah ruang kantor 1, sehingga hal inilah yang menyebabkan dalam satu kelas terdapat jumlah siswa yang banyak.

2. Masalah prilaku siswa dalam proses belajar 
Perilaku dan sikap siswa/i dalam kegiatan belajar mengajar masih menjadi permasalahan yang terjadi seperti siswa tidak memperhatikan guru pada saat menerangkan, serta ada beberapa siswa yang ribut ketika proses kegiatan belajar mengajar.

3. Kurangnya minat anak-anak mengaji (magrib ke isya)
Seiring perkembangan jaman, minat baca al-qur’an yang sering dilakukan pada waktu setelah sholat magrib menjelang isya mengalami penurunan, anak – anak dan remaja lebih banyak menghabiskan waktunya di didepan televisi, diwarung dan tempat bermain (PSV) serta berkumpul bersama teman – temannya.

4. Kurangnya minat anak-anak dan remaja dalam kegiatan pengajian duduk
Selain aktivitas membaca al-qur’an pada waktu magrib – isya, aktivitas pengajian dudukpun masih minim bagi kalangan anak-anak dan remaja, kurangnya pendidikan islami dapat memicu kemerosotan akhlak dan moral, pemicunya hampir sama dengan kasus diatas yaitu dipengaruhi oleh telivisi, tempat bermain, warung, pergaulan dan lingkungannya.

5. Pernikahan dini (pernikahan dibawah umur)
Salah satu penyebab dari adanya para remaja yang putus sekolah yaitu di faktori oleh pernikahan dibawah umur, terutama untuk kalangan kaum wanita.  Pernikahan dini disini difaktori oleh tidak adanya rasa tanggung jawab melainkan hanya keinginan saja.

6. Masih adanya anak-anak yang putus sekolah setelah jenjang pendidikan menengah (MTs / SMP)
Anak-anak / remaja yang telah menyelesaikan pendidikan tingkat MTs dan SMP, terkadang masih ada sebagian yang tidak ingin melanjutkan ketingkat atas (SMA / MAN/ Sederajat lainnya), faktor yang lebih dominan dipengaruhi dari keluarga (kurangnya pengawasan orang tua) serta dari sikap anak / remaja itu sendiri.

7. Pengaruh teman dan lingkungan pemicu pergaulan yang salah pada remaja
Anak – anak dan remaja yang masih duduk dibangku sekolah, terkadang mudah terpengaruh oleh anak – anak dan remaja yang putus sekolah, rata – rata para remaja yang banyak keluar malam (begadang) adalah anak – anak ataupun remaja yang sudah putus sekolah (tidak melanjutkan ketingkat yang lebih tinggi), sisanya ada sebagian dari anak-anak / remaja yang masih sekolah yang disebabkan oleh ajakan teman dan lingkungannya.

8. Kasus percerain dini
Kasus pernikahan dini (pernikahan muda) memiliki dampak perceraian dini karna kurangnya persiapan baik dari materi, psikologis, dan lain sebagainya dari kedua belah pihak yang menikah.

9. Perilaku remaja yang menggunakan lem (terutama anak yang putus sekolah)
Bagi kalangan ekonomi kelas menengah, penggunaan lem sebagai bahan untuk aktivitas nge-lem menjadi produk yang di unggulkan karna harganya lebih ekonomis dan mudah didapat, padahal jika dilihat dari segi kesehatan tentu penggunaan bahan kimia yang tidak tepat akan berdampak lebih parah dari penggunaan NAR…. karna dapat merusak syaraf lebih kuat ketimbang penggunaan NAR…. secara terus – menerus. Rata- rata pengguna lem lebih dominan oleh para anak – anak dan remaja yang sudah putus sekolah serta yang sudah mampu bekerja mandiri.

10. Perilaku penyimpangan remaja
Kasus pencuri@n dan aktivtias perzuthian masih menjadi penyakit masyarakat yang perlu dibasmi, walaupun tidak semua masyarakat melakukan hal ini. Namun yang menjadi sorotan yaitu rata –rata kasus pencuri@n dilakukan oleh kalangan remaja atas, kurangnya pengawasan dan penjagaan dari semua pihak serta kurangnya tindakan sangsi yang keras menyebabkan pelaku mudah beraksi dan terus – terusan melakukan aktivitas pencuri@n, kasus pencuri@n di desa pem… masih menjadi perbimcangan yang hangat untuk saat ini.

11. Masalah ekonomi keluarga menjadi salah satu faktor penyebab anak dan remaja putus sekolah
Faktor ekonomi juga menjadi penyebab anak – anak dan remaja ada yang putus sekolah,  rata – rata remaja yang banyak putus sekolah setelah menempuh jenjang MTs atau SMP untuk melanjutkan ke tingkat atas. Hal ini diperparah dengan hal seperti ini yaitu untuk dapat melanjutkan ketingkat SMA atapun MAN perlu keluar desa, seperti daerah kuala, tentu semua ini memerlukan biaya yang lebih. Untuk di desa pem…. memang sudah ada membuka yayasan RI yang didalamnya ada tingkat MA (Madrasah Aliyah), namun karna kurangnya minat para siswa/I yang ingin bersekolah di Aliyah tersebut menyebabkan rasio siswa yang masuk tidak banyak, sedangkan untuk para keluarga yang memiliki masalah di bidang ekonomi lebih memilih menyekolahkan anak mereka di MA akan tetapi karna jumlah siswanya sedikit menyebabkan kurangnya minat dari orang tua dan siswa itu sendiri. Problem seperti perlu bantuan semua pihak khususnya pemerintah yang ada didesa tersebut untuk membantu masalah – masalah bagi keluarga yang tidak mampu, dengan penggunaan agenda beasiswa bagi siswa yang bermasalah dalam bidang ekonominya.

12. Anak-anak usia muda dan remaja yang sudah bekerja namun pemicu penyebab menjadi putus sekolah
Bekerja dan hidup mandiri murapakan hal yang perlu dilakukkan, akan tetapi jika tidak sesuai penepatannya dapat menyebkan timbulnya masalah baru, misal yang terjadi di desa pem….., anak – anak dan remaja yang sudah bekerja serabutan rata – rata banyak yang sudah putus sekolah, kurangya semangat untuk menempuh jenjang pendidikan atas disebabkan sudah mampunya anak untuk bekerja (menghasilkan uang) dan melupakan pendidikan sebagai hal yang penting yang perlu diseimbangkan, anak – anak dan remaja yang sudah mengenal dunia kerja akan cendrung malas untuk meningkatkan kejenjang pendidikan atas, hal ini juga menjadi faktor ada beberapa anak – anak dan remaja yang tidak ingin melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi dalam pendidikan.

13. Aktivitas pacaran
Area gedung balai yang masih dalam kawasan desa pem….. menjadi tempat berkumpulnya muda – mudi untuk menghabiskan waktu, pacaran menjadi hal yang sudah lazim yang tentu berbau maksiat yang terselubung, baru – baru ini terjadi skandal yang dilakukan oleh seorang pria dan wanita yang berhasil diamankan warga. Padahal jika kita lihat komplek kantor balai adat adalah gedung milik pemerintah yang tentu justru memiliki pengawasan dan perawatan, tetapi karna kurangnya pengawasan terhadap fasilitas yang telah dibuat menyebabkan kantor balai adat menjadi tempat pacaran yang trend untuk saat ini baik itu di siang hari hingga malam hari.

14. Aktivitas para pedagang yang membuka wadah bermain (red)
Penyakit pelaku bisnis yang dapat merugikan masyarakat karna selain membuka warung atau kedai, ada juga sebagian pelaku bisnis yang memanfaatkan membuka area atau wadah bermain lacak, seperti yang ada di depan MI, Di depan MTs, di perbatasan tugu pem, serta di pemancar TVRI. Para pelaku atau pemain ini lebih dominan oleh orang tua dan remaja atas. Kegiatan bermain lac@k terkadang sudah dianggap hal yang biasa, padahal jika kita amati merupakan kegiatan yang terselubung, lagi – lagi pelaku bisnis yang membuka area lac@k menyebabkan timbulnya penyakit masyarakat.

15. Kurangnya pengawasan orang tua dalam pendidikan dan krakter anak dan remaja
Orang tua adalah suri tauladan bagi anak – anaknya, kurangnya pengawasan dari orang tua dalam mendidik anak – anak menyebabkan banyaknya kasus pergaulan salah yang dilakukan oleh anak – anak tersebut seperti aktivitas mencuri, nge-lem, bermian lac@k, dan lain sebagainya. Memang faktor orang tua dalam membimbing para anak – anak menjadi hal yang paling dominan selain di sekolah maupun dilingkungannya (masyarkat). Namun kenyataanya orang tua menjadi contoh negatif bagi anak – anak dan remaja, seperti para pelaku yang bermian lacak kebanyakan orang tua. 

Semoga hasil riset yang kami simpulkan dalam bentuk berbagai problem dan masalah ini dapat menjadi inspirasi dan imformasi untuk digunakan dalam penelitian yang lebih lanjut dan mendalam. Karna dalam penelitian sederhana ini, kami hanya melakukan berbagai pengamatan sekilas dan penelitian yang sederhana sehingga perlu dikaji lebih mendalam untuk mendapat data yang lebih akurat dan tepat serta mampu menyelesaikan problem dan masalah yang dihadapi di tengah – tengah masyakat agar dapat berguna untuk masyarkat itu sendiri. Akhir kata, penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam penulisan riset dalam bentuk problem – problem yang terjadi di desa pem… (tempat kami meniliti). Wasalam.
Jahri Mahfus
Jahri Mahfus Seorang Penulis dan Freelancer

Posting Komentar untuk "15 Masalah yang sering muncul di masyarakat yang perlu dibenahi oleh negri ini"

Berlangganan via Email