Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Jitu Menangkal Informasi Hoax di Era Digital

Cara Jitu Menangkal Informasi Hoax di Era Digital - Perkembangan teknologi ke arah serba digital saat ini semakin pesat. Pada era digital seperti ini, manusia secara umum memiliki gaya hidup baru yang tidak bisa lepas dari perangkat yang serba elektronik. Era digital adalah masa dimana semua manusia dapat saling berkomunikasi sedemikian dekat walaupun saling berjauhan. Kita dapat dengan cepat mengetahui informasi tertentu bahkan real time. Hoax adalah berita bohong. 

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong orang dengan mudah menyebarkan dan menerima informasi. Sayangnya, kemudahan tersebut tak digunakan sebagaimana baiknya. Kemudahan itu digunakan untuk menebar fitnah, ujaran kebencian, dan berita bohong. Kajian ini memfokuskan pada fenomena berita bohong (hoax) di era digital. Melalui metode library research, kajian ini menegaskan bagaimana pandangan Islam dalam menangkal informasi hoax di era digital.

Cara Jitu Menangkal Informasi Hoax di Era Digital
Cara Jitu Menangkal Informasi Hoax di Era Digital

Dalam masyarakat kontemporer, informasi adalah bagian sangat penting dan ketergantungan terhadap informasi sangat tinggi untuk memahami dunia dan segala aspek di dalamnya.  Pesatnya arus perkembangan teknologi dan munculnya kecenderungan internet of thing menjadikan perubahan signifikan pada pola penyebaran informasi dan kehidupan masyarakat.  saat ini dunia menjelma menjadi cyber world, yaitu budaya komunikasi secara online dan koneksitas secara virtual (semu atau maya).  

Laju perkembangan teknologi dan informasi meningkatkan juga pengguna media sosial. Berdasarkan penelitian yang dilakukan we are social dari 2018-2019, pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta orang dan memiliki penetrasi 56 persen dari 268,2 juta penduduk Indonesia. Dengan rata-rata pengguna media sosial menghabiskan waktu 3 jam 26 menit melalui perangkat media apapun.  Banyaknya jumlah pengguna internet di Indonesia, serta tingginya frekuensi mengakses konten informasi dan media sosial, tidak serta-merta menjamin kedewasaan netizen Indonesia dalam menggunakan internet.  Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia aktif menggunakan media sosial dan pengguna media sosial didominasi oleh generasi Y dan Z dengan rentang usia 18-34 tahun.


Era digital adalah masa dimana semua manusia dapat saling berkomunikasi sedemikian dekat walaupun saling berjauhan. Kita dapat dengan cepat mengetahui informasi terntentu bahkan real time. Selain media cetak mendapat ujian eksistensinya di era digital, lantas media online juga mendapat ujian perihal isi substansialnya. Berbagai informasi palsu dan menyesatkan merebak, bukan hanya dalam ranah informatif, bahkan sampai menjadi pemicu bagi munculnya ketidakstabilan sosial.  Berita hoax sekarang menjadi ancaman serius bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Informasi di sekitar kita dipenuhi dengan kebohongan, ujaran kebencian dan fitnah.  Dampak hoax terbilang sangat membahayakan, sebab melalui konten tidak benar yang diterima masyarakat, bisa menimbulkan opini dan persepsi negatif yang dapat berakibat pada disintegrasi bangsa.

Era digitalisasi saat ini, masyarakat bisa mengakses berita maupun informasi lain dari internet dengan mudah. Untuk itu, masyarakat dituntut harus menguasai literasi digital untuk dapat memilih dan memilah berita mana yang benar atau bohong. Tanpa adanya verifikasi terlebih dahulu, kebanyakan orang langsung mempercayai isi konten yang terdapat pada berita. Hal seperti inilah yang menyebabkan banyaknya masyarakat terbawa arus isu berita hoax. Oleh karena itu, manangkal informasi hoax perlu dilakukan agar bangsa ini tidak mudah diadu domba, saling curiga, memfitnah, prasangka buruk, serta  mengancam pilar persatuan dan kerukunan bangsa. 

Penguasaan literasi digital merupakan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan penguasaan literasi digital, masyarakat diharapkan bisa menyaring informasi secara lebih bijak. Literasi digital yang baik akan membantu masyarakat dalam memfilter berbagai informasi.

Masyarakat nantinya memiliki imunitas dalam menghadai berita menyesatkan, berita negatif maupun hoaks. Melakukan tabayyun (check and recheck) terhadap berbagai isu yang berkembang di era digital ini adalah kunci yang sangat penting agar tidak terjadi fitnah yang berujung rusaknya persaudaraan dan kehidupan sosial lainnya. Karena bisa jadi berita yang disampaikan itu bersifat mengadu domba atau berisi kebohongan, fitnah, yang bisa menimbulkan perselisihan di tengah masyarakat.

Dampak hoaks terbilang sangat membahayakan, sebab melalui konten tidak benar yang diterima masyarakat, bisa menimbulkan opini dan persepsi negatif yang dapat berakibat pada disintegrasi bangsa. Untuk itu, sudah saatnya singkronisasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menangkal informasi hoaks itu melalui penegakan hukum yang tegas dari pemerintah serta penguasan literasi digital oleh masing-masing individu.

Baca Juga:

Jahri Mahfus
Jahri Mahfus Seorang Penulis dan Freelancer

Posting Komentar untuk "Cara Jitu Menangkal Informasi Hoax di Era Digital"

Berlangganan via Email