Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Revitalisasi Pendidikan Keluarga Mewujudkan Generasi Thayyibah

Revitalisasi Pendidikan Keluarga Mewujudkan  Generasi Thayyibah  Dalam Menopang Ketahanan NasionalPendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang diperlukan untuk menjalani kehidupannya. Sentuhan pendidikan diyakini mampu membentuk sumber daya manusia yang beradap dan berkualitas. Keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama memililiki fungsi yang cukup penting dalam membentuk kepribadian, sosial, dan sikap keagamaan anak. Anak adalah aset terpenting dalam suatu keluarga, agama dan bangsa. Peran orangtua dalam mendidik dan membimbing akan melahirkan genarasi yang baik (thayyibah). Ketika suatu generasi penerus bangsa dalam keadaan baik, maka akan terciptanya ketahanan bangsa dimasa depan, secara bertahap akan berpengaruh pula pada tumbuhnya ketahanan keluarga, ketahanan lingkungan dan ketahanan daerah, yang pada akhirnya akan dapat mewujudkan ketahanan nasional.

Revitalisasi Pendidikan Keluarga Mewujudkan  Generasi Thayyibah
Pendidikan Usia Dini dimulai dari Pendidikan Keluarga

Pendidikan adalah persoalan hidup yang paling menarik diantara persoalan-persoalan pokok kehidupan. Hal ini karena pendidikan sangat erat kaitannya dengan kelangsungan generasi yang akan datang.  Dalam Islam, pendidikan dipandang sebagai peroses yang terkait dengan upaya mempersiapkan manusia untuk memiliki kemampuan memikul tugas hidup sebagai Khalifah Allah di muka bumi.  Untuk itu, manusia lengkap dengan potensinya, berupa akal dan kemampuan semata-mata hanya ditujukan untuk mengabdi kepada Allah, hal ini tercantum dalam QS. Az-Zariyat: 56.

Artinya: “dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”. (QS. Az-Zariyat: 56) 

Keluarga sebagai institusi sosial terkecil mempunyai fungsi dan tugas untuk menjalankan pendidikan dalam keluarga bagi setiap anggota keluarganya, khususnya anak-anak yang lahir dalam keluarga itu. Dengan adanya fungsi pendidikan ini otomatis keluarga menjadi sentra dan lingkungan pendidikan bagi setiap anggota keluarga. Dengan kata lain keluarga sebagai pendidikan dalam kehidupan keluarga. Khususnya untuk melahirkan manusia yang memiliki watak dan kepribadian Indonesia. 

Orangtua memiliki kewajiban untuk membentuk generasi pengubah peradaban. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan potensi anak-anak dengan nilai-nilai spritualitas. Berdasarkan ajaran Islam, tanggung jawab pendidikan, pembentukan kualitas, dan kepribadian anak merupakan tanggung jawab kedua orangtua.  Kini, di era modern sekarang, orang tua tidak menyadari atas fungsi dan tugasnya sebagai seorang pendidik, orangtua lalai mengontrol perkembangan anak, orangtua kurang memberikan perhatian dan kasih sayang kepada  anak, pada akhirnya seorang anak tidak memiliki pondasi dasar yang kokoh untuk memulai hidup ketika memasuki pendidikan diluar rumah.

]Sesungguhnya kelalaian orangtua dalam melaksanakan kewajiban untuk memperbaiki dan memperhatikan keluarganya akan mengatarkan pada lahirnya generasi yang tidak mengenal tujuan hidup dan tidak akan dapat memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi masyarakat.  Hasilnya dapat kita amati diberbagai media pemberitaan, tidak sedikit generasi bangsa yang telah mengkonsumsi narkoba, minuman keras, tauran antarpelajar, free sex, hingga berujung pada tindakan tindakan kriminalitas.

Berbagai masalah yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis masyarakat, berasal dari keluarga. Keluarga yang rentan akan menghasilkan anak-anak yang bermasalah, keluarga yang rentan akan menghasilkan perselingkuhan dan perceraian. Keluarga yang rentan pada akhirnya akan menjadi beban bagi masyarakat.  Oleh karena itu, ketahanan keluarga Indonesia harus menjadi sebuah gerakan yang diutamakan dan di prioritaskan. 

Pendidikan Keluarga
Pendidikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diartikan sebagai proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui pengajaran dan pelatihan.  Pendidikan juga dapat diartikan sebagai poses transformasi ilmu pengetahuan, budaya, sekaligus nilai-nilai yang berkembang pada suatu generasi agar dapat ditransformasi kepada generasi berikutnya.

Dalam bahasa KBBI, keluarga juga disebut dengan istilah lain yang diambil dari bahasa Jawa (batih), yang artinya keluarga yang hanya terdiri atas suami, istri dan anak.  Adapun pengertian keluarga secara operasional yaitu suatu struktur yang bersifat khusus, satu sama lain dalam keluarga itu mempunyai ikatan apakah lewat hubungan darah atau pernikahan. Pernikahan itu membawa pengaruh adanya rasa “saling berharap” (mutual expectation), yang sesuai dengan ajaran agama, dikukuhkan dengan kekuatan hukum serta secara individu saling mempunyai ikatan batin.

pendidikan keluarga adalah pendidikan yang berlangsung dalam keluarga yang dilaksanakan oleh orangtua dengan fungsi dan tugasnya mendidik anak dalam keluarga.  Pendidikan keluarga juga dapat dimaknai bagaimana menjalankan kehidupan keluarga untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah.

Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan keluarga adalah upaya dan usaha orangtua dalam mendidik, membina, dan membentuk kepribadian, perbaikan akhlak dan moral, keteguhan hati serta kemampuan dan keterampilan, guna mewujudkan generasi yang mampu berguna bagi keluarga, agama dana bangsa.

Baca Juga:
Ajaran dan Nasehat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Manaqiban serta Tujuan Penyelenggaraan Manaqib (Riwayat singkat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani)
Jahri Mahfus
Jahri Mahfus Seorang Penulis dan Freelancer

Posting Komentar untuk "Revitalisasi Pendidikan Keluarga Mewujudkan Generasi Thayyibah"

Berlangganan via Email