Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenis – jenis kalimat tanya dan kata tanya (klarifikasi, retoris, tersamar dan biasa)

Jenis – jenis kalimat tanya dan kata tanya (klarifikasi, retoris, tersamar dan biasa)Kalimat tanya iyalah kalimat yang dipergunakan dengan maksud memperoleh reaksi berupa jawaban dan tanggapan dari yang ditanya atau penguatan sesuatu yang telah diketahui oleh penanya. Dalam kehidupan sehari – hari kita tidak akan lepas mengenai berbagai pertanyaan dan berbagai jawaban, tentu sebelum itu diawali oleh kalimat tanya dan diakhiri dengan kalimat jawaban.

Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai ciri – ciri dari kalimat tanya, nah dengan mengetahui ciri – ciri dari kalimat tanya, tentu saja sobat semua sudah mampu membedakan mana kalimat tanya dan mana kalimat biasa.

Jenis – jenis kalimat tanya dan kata tanya (klarifikasi, retoris, tersamar dan biasa)
Jenis – jenis kalimat tanya dan kata tanya (klarifikasi, retoris, tersamar dan biasa)

Dalam pembahasan kali ini kita akan melanjutkan uraian mengenai jenis – jenis kalimat tanya. Setelah mampu membedakan kalimat tanya, langkah selanjutnya kita masuk ketahap pengelompokkan kalimat tanya tersebut.

Dalam Bahasa Indonesia, jenis – jenis kalimat tanya dikelompokkan menjadi empat macam yaitu : 1. kalimat tanya klarifikasi dan konfirmasi, 2. Kalimat tanya retoris, 3. Kalimat tanya tersamar (yang dikelompokkan lagi menjadi 9  bagian) dan yang terakhir 4. Kalimat tanya biasa. Untuk penjelasan lebih lanjut, yuk kita simak ulasan berikut ini.

#Kalimat Tanya klarifikasi dan konfirmasi
Antara kalimat tanya klarifikasi dan konfirmasi hamper sama yaitu sama- sama menerangkan untuk tujuan mengukuhkan dan memperjelas persoalan,  namun perbedaanya yaitu kalimat klarifikasi yaitu penegasan kalimat sedangkan kalimat tanya konfirmasi yaitu penjernihan kalimat.

1. Kalimat tanya klarifikasi
Kalimat tanya klarifikasi adalah kalimat tanya untuk tujuan penegasan yang disampaikan kepada orang lain, untuk tujuan mengukuhkan dan memperjelas persoalan yang sebelumnya telah diketahui oleh penanya.

Contoh kalimat tanya klarifikasi :
  • Benarkah  bapak yang mengurus proyek pembangunan ini?
  • Apa benar barang ini milik saudara?
  • Benarkah akan terjadi tsunami susulan pada esok hari?
  • Benarkah kamu yang mengerjakan tugas rumah ini?
  • Apa benar Indonesia akan menjadi tuan rumah pada asean gemes 2012?
  • Jadi benar bahwa bapak tidak mengambil proyek pembangunan ini?


2. Kalimat tanya konfirmasi
Kalimat tanya konfirmasi adalah kalimat tanya untuk tujuan penjernihan yang disampaikan kepada orang lain dengan maksud mengukuhkan dan memperjelas persoalan yang sebelumnya telah diketahui oleh penanya.

Artikel terkait lainnya : 42 Tips mempermudah pekerjaan rumah tangga yang jarang diketahui

Contoh kalimat tanya konfirmasi :
  • Apa ibu sudah menerima surat lamaran pekerjaan saya?
  • Apa ini kunci rumah saudara?
  • Apa  hari ini kamu jadi berlibur ke pulau dewata?
  • Apakah saudara mempunyai keluhan dalam tugas yang saya berikan?
  • Apa bapak mempunyai hubungan kekeluargaan dengan calon istri saya?
  • Apa hari ini kamu ulang tahun?


Pada kalimat tanya klarifikasi dan konfirmasi, kalimat tanya ini tidak meminta penjelasan dari si penjawab , melainkan hanya membutuhkan jawaban pembenaran atau sebaliknya dalam bentuk ucapan YA atau TIDAK atau BENAR atau TIDAK BENAR.

#Kalimat Tanya Retoris
Pernahkan kamu mendengar seseorang sedang berorasi, atau berpidato, atau khutbah, dalam sela – sela pidatonya tersebut sering sekali muncul beberapa kalimat tanya retoris.

Kalimat tanya retoris adalah kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban atau tanggapan langsung. Kalimat tanya retoris bertujuan untuk  memberi semangat, menggugah hati, memotivasi, memberi kesadaran,  kepada audien atau pendegarnya.

Pertanyaan retoris dikemukakan untuk berbagai maksud sesuai dengan topik yang dibahas oleh orang yang sedang berpidato, atau khutbah, atau orasi. Intinya kebanyakan kalimat tanya retoris muncul pada saat seseorang berpidato, ataupun berkhutbah ataupun berorasi pada orang banyak,

Contoh kalimat tanya retoris :
  • Apakah nasib kita bias berubah tampa ada ikhtiar dahulu?
  • Apakah kita hanya berpangku tangan dengan nasib yang kita hadapi?
  • Mana mungkin allah menurunkan rezki bagi orang – orang yang malas?
  • Apakah kita rela dengan penistaan agama yang terjadi?
  • Apakah kita hanya berdiam diri saja ketika negara kita mulai dipecah belah?
  • Bagaimanakah keadaan negara ini, jika kita mudah sekali diadu domba?


#Kalimat tanya tersamar
Dalam kaidah Bahasa Indonesia terdapat bebepa kata yang memiliki tujuan tersamar seperti kata – kata pepatah, sindiran ataupun dalam kalimat tanya.
Kalimat tanya tersamar adalah bentuk kalimat tanya yang mengacu pada bermacam maksud, pada intinya seseorang yang memberi pertannya tidak menerangkan secara keseluruhan maksud dari pertanyaanya melainkan sebuah kode bagi si penjawab untuk dapat merespon maksud tersamar dari pemberi soal.

Kalimat tanya tersamar dapat bertujuan untuk memohon, meminta, menyindir, membiarkan, mengejek, menegaskan, menyetujui, menggugah, melarang, menyuruh, dan lain sebagainya.

1. Tujuan menyetujui
Taka da alasan untuk ditolak, bukan?
Apa pantas hal ini saya abaikan?

2. Tujuan menyakinkan
Apakah perhatianku selama ini kepadamu hanya sebuah permainan belaka?
Apakah saya harus memetik bintang agar kamu bisa percaya?

3. Tujuan menyanggah
Apa solusi terbaik mengenai permasalahan ini?
Bagaimana kalau kita mengambil keputusan ini saja?

4. Tujuan  menyindir
Begini sikapmu ketika menerima hadiah dariku?
Apa tidak ada orang yang lebih gegabah dari dirimu?

5. Tujuan merayu
Jadikan kamu mengajak berlibur minggu depan?
Kapan kamu bias mengajakku makan malam berdua?

6. Tujuan Menyuruh
Apakah kamu bias menutup pintu itu?
Bisakan kamu membantu saya mengerjakan proyek pembangunan jalan?

7. Tujuan memohon
Bersediakah kamu menjadi istri saya?
Bisakan saya meminjam sepedamu untuk pergi kepasar?

8. Tujuan mengajak
Bisakah kamu menemani saya ketika pulang sekolah nanti?
Bagaimana kalau kamu ikut kejuaraan lomba lari tingkat sekolah?

9. Tujuan meminta
Bolehkan saya meminta nomor pin BBM mu?
Bolehkan saya melamarmu hari ini?

#Jenis kalimat tanya biasa
Kalimat tanya biasa adalah kalimat tanya yang tidak termasuk pada ketiga jenis kalimat tanya diatas, pada umumnya kalimat tanya biasa  bertujuan untuk menggali informasi pada orang lain, biasanya menggunakan kata tanya 5W + 1H.

Contoh kalimat tanya biasa:
  • Apa penyebab terjadinya benca kebakaran malam tadi?
  • Siapa yang pertama kali merasakan hawa panas pada ruang dapur?
  • Kapan terjadinya peristiwa gempa bumi di aceh?
  • Mengapa pemberitahuan akan terjadinya tsunami tidak umumkan?
  • Bagaimana upaya para korban dalam menyelamatakan diri ketika terjadi bencana tanah longsor?
  • Darimana titik gempat berpusat?


Nah, sekarang kamu sudah tahu bukan mengenai Jenis – jenis kalimat tanya dan kata tanya (klarifikasi, retoris, tersamar dan biasa). Kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain adalah salah satu karakter yang perlu dikembangkan oleh setiap orang, dengan metahui berbagai kaidah – kaidah Bahasa Indonesia, setidaknya kita dapat berbicara dengan benar dan baik pada orang lain. 

Dengan memiliki kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama yang baik, maka peluang – peluang sukses adan akan lebih terbuka, semakin sering anda membuka jaringan hidup sosial, semakin tinggi realita kesuksesan anda, sebab  pembangunan jaringan sosial dalam bermasyarakat salah satu factor kesuksesan seseorang. Semoga artikel yang singkat ini dapat menambah wawasan kebahasaan anda mengenai Bahasa Indonesia, sampai jumpa lagi, bye.

Baca juga :

Jahri Mahfus
Jahri Mahfus Seorang Penulis dan Freelancer

Posting Komentar untuk "Jenis – jenis kalimat tanya dan kata tanya (klarifikasi, retoris, tersamar dan biasa)"

Berlangganan via Email